Porositas
tanah di Kecamatan Jumapolo bervariasi pada setiap penggunaan lahan, kedalaman
tanah, dan kemiringan lereng yang mencerminkan perbedaan sifat fisik tanah dan
sifat kimia di setiap lokasi. Porositas Tanah memiliki fraksi volume ruang pori
terhadap total volume tanah dengan rentang normal 46-53%. Parameter sifat fisik
tanah meliputi Berat Volume (BV) berkisar 0,93-1,10 g/cm3, Berat
Jenis (BJ) 1,77-2,77 g/cm3, tekstur tanah didominasi kelas loam hingga
clay, dan struktur tanah didominasi granular, subangular blocky,
dan massive, sedangkan sifat kimia tanah meliputi C-Organik, Kalsium
(Ca), dan Natrium (Na). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
eksploratif dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada
12 Satuan Peta Lahan (SPL) yang diperoleh dari hasil tumpang susun peta
penggunaan lahan, jenis tanah, dan kemiringan lereng. Setiap SPL diambil
sebanyak 3 kali ulangan pada kedalaman 0-20 cm, 20-40 cm, dan 40-60 cm,
sehingga total diperoleh 108 sampel tanah. Hasil penelitian menunjukkan
porositas tanah berbeda pada setiap penggunaan lahan dan menurun seiring
bertambahnya kedalaman. Lahan kebun campuran memiliki porositas tertinggi
sebesar 66,10% pada kedalaman 0-20 cm dan menurun menjadi 58,98% pada kedalaman
40-60 cm. Lahan tegalan memiliki porositas sedang berkisar 46,85%-57,51%,
sedangkan lahan sawah irigasi terendah yaitu 41,30%-51,03% akibat pemadatan
tanah dan genangan air. Lahan kebun campuran memiliki kondisi tanah lebih
gembur dengan vegetasi rapat, sedangkan sawah irigasi cenderung lebih padat
akibat pengolahan intensif dan penggenangan berulang.