Perubahan penggunaan lahan berdampak pada sifat fisik tanah, khususnya permeabilitas dan infiltrasi yang penting bagi keseimbangan hidrologi serta konservasi tanah. Di Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, terdapat variasi penggunaan lahan seperti sawah, tegalan, dan kebun dengan curah hujan serta kemiringan lereng yang berbeda. Kondisi ini berpotensi menciptakan perbedaan kemampuan tanah dalam meloloskan dan menyerap air. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan nilai permeabilitas tanah dan laju infiltrasi antar penggunaan lahan serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga jenis lahan yaitu sawah, tegalan, kebun. Sampel tanah setiap penggunaan lahan diambil pada kedalaman 0–5 cm, 5–10 cm, dan 10–15 cm dengan total 36 titik pengamatan. Parameter utama yang diamati meliputi permeabilitas tanah dan infiltrasi, sedangkan parameter pendukung meliputi tekstur, struktur, kadar lengas kering angin dan maksimum, C-organik, serta bahan organik tanah. Laju infiltrasi tanah dihitung menggunakan double ring infiltrometer dilanjutkan dengan model persamaan Horton. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) taraf 5%, dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%, analisis korelasi Pearson, dan analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui sifat fisik tanah yang mempengaruhi. Hasil menunjukkan penggunaan lahan dan kemiringan lereng berpengaruh sangat nyata (P<0,001). Kebun memiliki permeabilitas tertinggi dengan nilai 8,67 cm/jam dan laju infiltrasi tertinggi dengan nilai 6,83 cm/jam, diikuti tegalan dengan nilai 4,44 cm/jam dan nilai laju infiltrasi sebesar 2,41 cm/jam, sedangkan sawah memiliki nilai permeabilitas dan infiltrasi terendah dengan nilai masing-masing 0,98 cm/jam dan 0,29 cm/jam. Permeabilitas berkorelasi positif yang sangat kuat dengan infiltrasi (r = 0,824). Tekstur tanah berkorelasi negatif sangat nyata dengan permeabilitas (r = -0,770) dan infiltrasi (r = -0,789), sementara bahan organik berkorelasi positif dengan permeabilitas (r = 0,591). Kondisi vegetasi, pengolahan tanah, struktur tanah, dan kandungan bahan organik menjadi faktor yang memengaruhi perbedaan nilai permeabilitas dan infiltrasi pada setiap penggunaan lahan.