Tantangan penyediaan produk pertanian organik yang saat ini banyak diminati oleh konsumen karena aspeks kesehatan dan keberlanjutan lingkungan sehingga memerlukan solusi dengan penerapan pertanian organik, melalui sistem pertanian semi organik. Pertanian semi organik yaitu menggunakan imbangan antara pupuk organik dengan pupuk kimia guna mengurangi penggunaan pupuk kimia tanpa menurunkan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Biofilm Biofertilizer (BFBF), pupuk kompos dan pupuk organik cair (POC), yang diimbangkan dengan pupuk kimia (NPK majemuk 16:16:16), terhadap N-total, P dan K tersedia tanah Inceptisol dan hasil tanaman pakcoy. Rancangan penelititian menggunakan rancangan eksperimental dengan rancangan dasar RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap). Penelitian ini terdapat 14 perlakuan yaitu N0: tanpa pupuk (kontrol negatif), N1: 100% NPK (kontrol positif), NB2:75% NPK + 25% BFBF, NB3: 50% NPK + 50% BFBF, NB4: 25% NPK + 75% BFBF, NB5: 100% BFBF, NP2: 75% NPK + 25% POC, NP3: 50% NPK + 50% POC, NP4: 25% NPK + 75% POC, NP5: 100% LOF, NR2: 75% NPK + 25% kompos, NR3: 50% NPK + 50% kompos, NR4: 25% NPK + 75% Kompos, NR5: 100% kompos masing-masing diulang tiga kali sehingga diperoleh 42 satuan percobaan. Data dianalisis secara statistik, ANOVA dan dilanjutkan DMRT dan korelasi.Hasil menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi 75% kompos + 25% NPK (NR4) meningkatkan N-total sebesar 71,43%-147,05% dan P-tersedia sebesar 160,36%-175,41% dibanding kontrol. Perlakuan 50% POC + 50% NPK (NP3) meningkatkan K-tersedia 164,86%-180% dibanding kontrol dan perlakuan 50% BFBF + 50% NPK (NB3) memberikan hasil panen tertinggi dengan peningkatan 33,36%-50,75% dibandingkan kontrol. Pemanfaatan limbah organik rumah tangga sebagai kompos dan POC dalam sistem pertanian semi-organik terbukti dapat memperbaiki kesuburan tanah Inceptisol serta meningkatkan hasil panen pakcoy sehingga dapat mewujudkan pertanian berkelanjutan.