Pendahuluan: Futsal merupakan olahraga berintensitas tinggi yang menuntut komponen kebugaran fisik seperti kekuatan, kecepatan, dan kelincahan agar atlet mampu mempertahankan performa optimal sepanjang pertandingan. Proporsi lemak tubuh yang tidak seimbang dapat memengaruhi efisiensi gerak, kecepatan, dan daya eksplosif otot. Pemantauan komposisi tubuh, khususnya kadar lemak, penting untuk menunjang kinerja atlet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komposisi lemak tubuh dengan kemampuan kecepatan dan kelincahan pada atlet futsal.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek terdiri dari 33 atlet futsal aktif anggota AFK Surakarta. Pengukuran komposisi lemak tubuh dilakukan menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), sedangkan kecepatan dan kelincahan diukur dengan 40 Metre Sprint Test dan Illinois Agility Run Test. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson.Hasil: Hasil rata-rata komposisi lemak tubuh atlet futsal adalah 16,40 ± 6,14%, dengan nilai kecepatan rata-rata 6,94 ± 0,53 detik dan kelincahan 17,75 ± 1,95 detik. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara komposisi lemak tubuh dengan kecepatan (r = 0,075; p = 0,677) maupun dengan kelincahan (r = 0,055; p = 0,762).Simpulan: Komposisi lemak tubuh tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kecepatan maupun kelincahan pada atlet futsal AFK Surakarta. Dengan demikian, faktor lain seperti kekuatan otot, teknik latihan, dan kondisi fisiologis kemungkinan berperan lebih dominan terhadap performa kecepatan dan kelincahan.