Pengantar: Prevalensi obesitas terus mengalami peningkatan setiap tahunnya seiring meningkatnya angka mortalitas penyakit penyerta. Pengobatan obesitas dengan orlistat memiliki efek samping mual dan pusing. Daun inggu (Ruta graveolens) memiliki metabolit sekunder osthol, psoralen, rutin, quercetin dan scoparone yang mampu mengatasi keadaan obesitas. Tujuan Penelitian: mengetahui pengaruh pemberian ekstrak metanol daun inggu (EMDI) dalam mengatasi obesitas melalui ekspresi gen leptin, resistensi insulin, dan kandungan lemak tubuh pada hewan coba dengan model obesitas. Metode: Tikus jantan strain Sprague-Dawley sebanyak 24 ekor dibagi ke dalam enam kelompok. Kelompok Normal (KN) yaitu diberi akuades dan pakan diet standar (BR-2). Kelompok Kontrol Negatif (KNe) dan Positif (KP) yaitu tikus obesitas yang diberi pakan BR- 2 dan NaCl 0,9% 1 mL dan Rutacridone murni 0,6 mg/kgBB/hari. Perlakuan (P1, P2, dan P3) yaitu tikus obesitas yang diberi pakan BR-2 dan EMDI dosis 80, 100 dan 200 mg/kgBB/hari selama 30 hari. Variabel dengan design post-test only ialah Rasio Ekspresi Gen Leptin (REGL) dan Berat Lemak Basah (BLB) menggunakan qRT-PCR dan timbangan. Variabel dengan design pre-test dan post-test ialah Kadar insulin (KI) menggunakan ELISA, perhitungan resistensi insulin menggunakan rumus Homeostasis Model Assesment for Insulin Resistance (HOMA-IR) dan Homeostasis Model Assesment for Beta Cell (HOMA-β), Indeks Obesitas (IO) menggunakan index Lee, dan Body Fat Content (BFC) menggunakan rumus TM index. Analisis data menggunakan uji statistik parametrik dengan p<0,05. Hasil: EMDI mampu menurunkan KI, HOMA-IR, IO, BFC, meningkatkan HOMA- β serta REGL dan BLB yang lebih rendah pada tikus obesitas. P2 dan P3 ialah dosis terbaik dalam menurunkan secara signifikan KI (p=0,016, p=0,010), HOMA-IR (p= 0.001, p<0,001) dan BFC (p=0,003, p<0,001), serta meningkatkan nilai HOMA-β (p=0,005, p=0,004) dibanding hari ke-0. REGL (p<0,001, p<0,001) dan BLB (p<0,001, p<0,001) pada P2 dan P3 lebih rendah dan signifikan dibanding P1. P3 ialah dosis terbaik dalam menurunkan IO (p<0,001, p<0,001, p=0,008) dibanding hari ke-0, P2, dan KP. Kesimpulan: EMDI dosis 100 dan 200 mg/kgBB/hari selama 30 hari mampu menurunkan KI, HOMA-IR, dan BFC, mampu meningkatkan HOMA-β serta REGL dan BLB yang rendah pada tikus jantan obesitas. EMDI dosis 200 mg/kgBB/hari selama 30 hari ialah dosis terbaik dalam menurunkan IO pada tikus jantan obesitas.