Salma Azzuhri Rozaqi. K4221067. Pembimbing:
Prima Veronika, S.Pd., M. Pd. MAKNA FILOSOSFI DAN NILAI BUDAYA DALAM TRADISI
WILUJENGAN WUKU SERTA RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BASA JAWA DI SMA. Skripsi,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta,
Agustus 2025. Tradisi Wilujengan Wuku merupakan salah satu
tradisi selametan yang dilaksanakan berdasarkan petungan Jawa, khususnya terkait
penanggalan wuku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan makna
filosofi dan nilai budaya dalam tradisi Wilujengan Wuku Dhukut, serta relevansinya
terhadap pembelajaran bahasa Jawa di SMA. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian deskriptif kualitatif. Dengan sumber data penelitian yang berasal
dari informan (pelaksana tradisi, guru bahasa Jawa dan siswa kelas XII),
pelaksanaan tradisi Wilujengan Wuku, tempat penelitian (Museum Radya Pustaka),
dan dokumen (foto dan artikel). Teknik pengambilan data menggunakan purposive
sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan
analisis dokumen. Teknik uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi
sumber dan triangulasi metodhe. Analisis data menggunakan teknik analisis
interaktif. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut. Pertama, adanya makna
filosofi terkait serangkaian acara dan ubarampe yang digunakan dalam tradisi Wilujengan
Wuku Dhukut berdasarkan teori Semiotika Charles Sanders Pierce. Kedua,
terdapat tiga nilai budaya berdasarkan teori Suwondo, dkk. (1994), yaitu nilai
religius, nilai etika, dan nilai sosial. Ketiga, menunjukkan adanya
relevansi antara tradisi Wilujengan Wuku terhadap materi pembelajaran bahasa
Jawa di SMA, khususnya menulis teks artikel. Dengan demikian, diharapkan hasil
penelitian ini bisa bermanfaat dan dapat dijadikan referensi dalam pembelajaran
bahasa Jawa maupun penelitian lainnya yang berkaitan dengan kebudayaan,
khususnya tradisi.
Kata kunci: makna filosofi, nilai budaya, semiotika, tradisi
wilujengan, wuku dhukut