Pendahuluan: Penyakit jantung bawaan sianotik merupakan kelainan kongenital yang menyebabkan terjadinya hipoksemia kronis akibat adanya pencampuran darah yang tidak teroksigenasi ke dalam sirkulasi sistemik. Kondisi ini dapat memengaruhi status gizi anak karena gangguan metabolisme, penurunan nafsu makan, serta peningkatan kebutuhan energi dan oksigen. Salah satu parameter penting yang dapat menggambarkan keadaan fisiologis anak dengan penyakit ini adalah kadar hemoglobin reduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi anak dengan kadar hemoglobin reduksi pada anak dengan penyakit jantung bawaan sianotik di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.Metode: Penelitian menggunakan desain studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri dari 79 pasien anak penderita penyakit jantung bawaan sianotik dan menjalani perawatan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling dari data rekam medis periode Januari 2020 hingga Januari 2025. Variabel bebas berupa status gizi, sedangkan variabel terikat berupa hemoglobin reduksi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Kuadrat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kadar hemoglobin reduksi pada anak dengan penyakit jantung bawaan sianotik (p=0,111).Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kadar hemoglobin reduksi pada anak dengan penyakit jantung bawaan sianotik pada penelitian ini. Hasil ini menunjukkan bahwa status gizi tidak berpengaruh secara langsung dengan kadar hemoglobin reduksi. Temuan ini juga menyoroti kemungkinan bahwa faktor lain yang tidak diteliti seperti zat gizi mikronutrien yaitu zat besi, folat, dan vitamin B12 dapat berperan lebih dominan pada kadar hemoglobin reduksi.Kata kunci: penyakit jantung bawaan sianotik, status gizi, hemoglobin reduksi.