Penulis Utama : Musdalifah
NIM / NIP : S602202008

Latar belakang: Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) masih menjadi beban kesehatan dunia, termasuk di Indonesia. Spirometri adalah baku emas diagnosis PPOK, namun memiliki keterbatasan dalam menilai kapasitas fungsional. Cardiopulmonary exercise testing (CPET) menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif dengan mengevaluasi respons kardiorespirasi, metabolisme, dan muskuloskeletal secara menyeluruh selama latihan sehingga diduga dapat mengidentifikasi penyebab keterbatasan utama pasien PPOK, memandu penyesuaian program rehabilitasi paru, serta memperkirakan prognosis dan respons terhadap terapi.Tujuan: Mengetahui kualitas diagnostik CPET terhadap pasien PPOK. Metode: Observasional analitik cross-sectional pada data rekam medis di RS Universitas Sebelas Maret. Setelah mendapatkan persetujuan dari Komite etik, peneliti menelurusi 37 rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, menjalani pemeriksaan spirometri dan CPET dalam waktu yang bersamaan. Variabel yang diteliti meliputi diagnosis PPOK dan derajat obstruksi dari hasil spirometri kemudian dari pemeriksaan CPET diteliti parameter VO2max, RER, dan VE/VCO2 slope. Diskriminasi dinilai dengan area under the curve (AUC). Uji diagnostik dengan chi square dengan hasil signifikan p<0,05. Dilakukan uji korelasi parameter VO2max, RER, dan VE/VCO2 slope terhadap derajat obstruksi berdasarkan GOLD.  Hasil: Dari 37 subjek didapatkan kelompok PPOK sebanyak 23 pasien yang signifikan terhadap usia dan kebiasaan merokok. Uji diagnostik dengan chi square didapatkan VO2max, RER, dan VE/VCO2 slope memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang cukup baik untuk mendiagnosis PPOK. Uji korelasi parameter CPET (RER) berkorelasi signifikan terhadap derajat obstruksi berdasarkan GOLD (p<0,05) sedangkan VO2max dan VE/VCO2 slope tidak berkorelasi signifikan, namun memiliki kecenderungan yang tinggi pada PPOK derajat berat.Kesimpulan: Spirometri dan CPET dapat mendiagnosis, mengevaluasi, dan menilai prognosis pasien PPOK. Kombinasi keduanya dapat meningkatkan strategi tatalaksana komprehensif pada pasien PPOK.

×
Penulis Utama : Musdalifah
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S602202008
Tahun : 2025
Judul : Uji Diagnostik Cardiopulmonary Exercise Testing (CPET) Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Di RS Universitas Sebelas Maret
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Kedokteran - 2025
Program Studi : PPDS Pulmonologi
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Kata kunci: PPOK, Cardiopulmonary Exercise Testing, Spirometri
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P (K), M. Kes, FISR
2. dr. A. Farih Raharjo, Sp.P (K), M.Kes, FISR
Penguji : 1. Prof. Dr. dr. Yusup Subagio Sutanto, Sp.P (K), FISR, FAPSR
2. dr. Artrien Adhiputri, Sp.P (K), M. Biomed, FISR
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Kedokteran
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.