Kalsium merupakan
komponen yang terkandung dalam cangkang telur yang berperan penting dalam
mekanisme penyembuhan luka. Hidrogel sebagai pembalut luka dapat membantu
penyembuhan luka karena memiliki permeabilitas dan kemampuan menyerap eksudat
yang tinggi. Hidrogel berbasis alginat memiliki sifat mekanis yang buruk
sehingga perlu dikombinasikan dengan kalsium untuk membentuk matriks tiga
dimensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi kimia antara kalsium
dan alginat yang diamati pada spektrum IR, mengevaluasi interaksi dari kalsium
dan alginat terhadap karakteristik hidrogel berbasis 22 factorial
design, serta menentukan komposisi formula optimum hidrogel kalsium
alginat. Formula hidrogel
kalsium alginat dioptimasi menggunakan pendekatan 22
factorial design dengan respons viskositas, swelling ratio, gel
fraction, dan water vapor transmission rate. Hasil dianalisis
menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mendapatkan formula optimum.
Seluruh variasi konsentrasi hidrogel kalsium alginat dikarakterisasi
menggunakan ATR-FTIR untuk diamati perubahan spektrum IR-nya serta dibandingkan
dengan formula optimumnya.
Spektrum
IR yang dihasilkan menunjukkan adanya interaksi kimia antara kalsium dan
alginat yang dibuktikan dengan pergeseran dua pita khas gugus karboksilat yaitu
pita vibrasi asimetris -COO- bergeser dari 1591 cm-1 ke
kisaran 1590-1597 cm-1 serta pita simetris -COO- dari 1406
cm-1 ke kisaran 1355-1410 cm-1. Konsentrasi kalsium berperan
dominan dalam meningkatkan nilai gel fraction. Interaksi antara kalsium
dan alginat berperan dalam meningkatkan nilai viskositas dan swelling ratio.
Formula hidrogel optimum dengan konsentrasi kalsium 0,97% dan alginat 1,5%
menghasilkan viskositas 127,45±0,38 Pa.s, SR 163,87±9,62%, GF 29,71±0,24%, dan WVTR 945,43±0,5
g.m-2/hari. Spektrum IR pada formula optimum juga menunjukkan
interaksi kimia antara kalsium dan alginat yang dibuktikan dengan pergeseran
dua pita khas gugus karboksilat.