Latar Belakang:
Pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki risiko stroke iskemik 2-6 kali lebih
tinggi dibandingkan populasi nondiabetes. Peran independen kadar Low-Density Lipoprotein (LDL) dan
kontrol glikemik (HbA1c) sebagai prediktor kejadian stroke iskemik masih
menunjukkan inkonsistensi dalam berbagai penelitian. Penelitian ini bertujuan
menganalisis hubungan independen kedua biomarker tersebut terhadap kejadian
stroke iskemik pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Metode:
Penelitian observasional analitik dengan desain case-control retrospektif ini dilakukan
pada 140 pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Universitas Sebelas
Maret Surakarta periode Mei 2024–2025, terdiri dari 70 kasus stroke iskemik dan
70 kontrol tanpa stroke. Data rekam medis dianalisis menggunakan uji statistik
bivariat (Independent t-test,
Mann-Whitney, Chi-square) dan multivariat (Multiple Logistic Regression).
Hasil: Rerata kadar LDL
kelompok kasus secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kontrol (134,54 vs
109,72 mg/dL; p<0,001). Analisis
multivariat menunjukkan LDL sebagai prediktor independen terkuat; setiap
peningkatan 1 mg/dL kadar LDL meningkatkan risiko stroke sebesar 1,6%
(aOR=1,016; 95%CI=1,007–1,026; p<0,001).
Hipertensi juga terbukti berhubungan signifikan (aOR=2,57; p=0,006). Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan bermakna antara
kadar HbA1c dengan kejadian stroke (p=0,145).
Simpulan: Tingginya kadar LDL dan riwayat hipertensi terbukti
sebagai faktor risiko independen utama kejadian stroke iskemik pada pasien
diabetes melitus tipe 2, sedangkan HbA1c tidak menunjukkan hubungan bermakna.
Fokus pencegahan stroke perlu ditekankan pada pengendalian ketat profil lipid
dan tekanan darah.