Latar
Belakang: Nyeri pascaoperasi merupakan salah satu
komplikasi yang paling sering dialami oleh pasien yang menjalani sectio
caesarea (SC). Intensitas nyeri ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor,
salah satunya adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT yang tinggi umumnya
berkaitan dengan peningkatan volume jaringan adiposa, perubahan farmakokinetik
obat anestesi, serta respon inflamasi yang lebih besar sehingga dapat
meningkatkan persepsi nyeri pasca spinal anestesi. Sebaliknya, pasien dengan
IMT rendah atau underweight juga dapat mengalami nyeri yang lebih tinggi
karena cadangan lemak dan protein tubuh yang terbatas memengaruhi distribusi
dan durasi kerja obat anestesi. Meskipun demikian, penelitian yang secara
khusus menilai hubungan antara IMT dan tingkat nyeri pasca spinal anestesi pada
pasien SC masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui adanya hubungan antara IMT dan nilai Visual Analog Scale (VAS)
pasca spinal anestesi pada pasien SC di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan
desain cross-sectional. Data diperoleh secara retrospektif dari rekam
medis pasien SC di RSUD Dr. Moewardi selama periode Januari-Desember 2024.
Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 71
pasien yang memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi. Analisis hubungan antara
IMT dan nilai VAS dilakukan menggunakan uji Spearman karena data tidak
terdistribusi normal. Nilai VAS dievaluasi pada dua periode waktu, yaitu <6 xss=removed xss=removed>0,05). Menariknya, nilai
mean rank VAS tertinggi ditemukan pada kelompok underweight dan
obesitas.
Simpulan: Terdapat hubungan positif yang tidak signifikan antara IMT dan VAS
pasca spinal anestesi pasien sectio caesarea pada 6 jam pertama dan juga
setelah 6 jam pascaoperasi.