Latar Belakang : Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
eksaserbasi akut merupakan kondisi yang ditandai perburukan gejala pernapasan
dan memerlukan penanganan segera. Neutrofil merupakan salah satu sel inflamasi
yang berperan penting dalam patogenesis PPOK dan diduga berkaitan dengan
derajat klinis eksaserbasi. Namun, Penelitian mengenai hubungan kadar neutrofil
darah dengan derajat klinis PPOK berdasarkan proposal Roma masih terbatas. Oleh
karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah terdapat hubungan
antara kadar neutrofil darah dengan derajat klinis pasien PPOK eksaserbasi akut
di Rumah Sakit UNS.Metode : Penelitian ini menggunakan desain
penelitian potong lintang (cross sectional). Subjek Penelitian terdiri
dari 39 pasien PPOK eksaserbasi akut yang memenuhi kriteria inklusi dan
eksklusi selama jangka waktu penelitian. Data yang dikumpulkan meliputi kadar
neutrofil darah, hasil pemeriksaan tanda-tanda vital, dan hasil
pemeriksaan analisis gas darah yang
tercantum dalam rekam medis pasien. Selain itu, dilakukan pula pengambilan data
primer mengenai derajat sesak napas pasien dengan menggunakan kuesioner VAS
sebagai salah satu variabel untuk menentukan derajat keparahan PPOK eksaserbasi
akut berdasarkan proposal Roma.Hasil : Sebagian besar pasien mengalami
neutrofilia (61,5%) dan tergolong dalam derajat keparahan sedang (41%). Hasil uji chi square dengan aplikasi SPSS menunjukkan bahwa
tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan nilai p sebesar 0,407 (X² = 1,797 ; df = 2 ; p = 0,407).
Simpulan : Tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara
kadar neutrofil darah dengan derajat klinis pasien PPOK eksaserbasi akut di
Rumah Sakit UNS.