Latar Belakang: Anemia pada kehamilan trimester ketiga masih menjadi masalah kesehatan persisten yang berisiko menghambat suplai nutrisi janin dan memicu Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), di mana prevalensi kasus ini tercatat masih tinggi di Puskesmas Pucangsawit. Mengingat adanya kontradiksi hasil pada penelitian-penelitian sebelumnya mengenai signifikansi korelasi kedua variabel tersebut, studi ini menawarkan kebaruan dengan menguji ulang hubungan tersebut pada karakteristik populasi dan metodologi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar hemoglobin ibu hamil trimester III dengan berat badan bayi baru lahir di Puskesmas Pucangsawit, Surakarta.Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Sebanyak 86 sampel dipilih menggunakan teknik consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 29 karena syarat uji Chi-Square tidak terpenuhi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ibu hamil tidak mengalami anemia (70,9%) dan bayi lahir dengan berat normal (88,4%). Adapun proporsi kejadian anemia sebesar 29,1% dan BBLR sebesar 11,6%. Analisis bivariat menghasilkan nilai p = 1,000 (p > 0,05), yang mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara kadar hemoglobin ibu hamil trimester III dengan berat badan bayi baru lahir.Simpulan: Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kadar hemoglobin ibu hamil trimester III dengan berat badan bayi baru lahir di Puskesmas Pucangsawit. Hal ini mengindikasikan perlunya eksplorasi terhadap faktor determinan lain yang berpotensi memengaruhi berat badan lahir bayi.