Latar Belakang: Anemia pada kehamilan masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia dan berpengaruh terhadap pertumbuhan janin. Hemoglobin mengangkut oksigen ke jaringan ibu dan janin, sehingga kadar Hb yang rendah dapat menghambat pertumbuhan linier intrauterin, termasuk panjang badan lahir. Panjang badan lahir merupakan indikator awal yang berkaitan dengan risiko stunting, namun penelitian hubungan kadar hemoglobin trimester III dengan panjang badan bayi baru lahir masih terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tersebut serta faktor perancu di Puskesmas Pucangsawit.Metode: Penelitian ini merupakan analisis observasional dengan pendekatan cross- sectional retrospektif menggunakan data rekam medis ibu hamil trimester III dan bayi baru lahir periode Januari–Desember 2024. Sampel berjumlah 73 subyek. Kadar hemoglobin dikategorikan berdasarkan ambang batas WHO 11 g/dL, sedangkan panjang badan bayi diklasifikasikan pendek atau normal menggunakan kurva WHO z-score (PB/U). Hubungan antara kadar hemoglobin dan faktor perancu (paritas dan jarak kehamilan) dengan panjang badan bayi baru lahir dianalisis menggunakan uji Chi-Square atau Fisher’s Exact Test.Hasil: Rerata kadar Hb ibu hamil adalah 11,48 g/dL (9–18 g/dL) dan rerata panjang badan bayi baru lahir 47,75 cm (42–51 cm). Sebanyak 19 ibu (26%) mengalami anemia dan 9 bayi (12,3%) lahir dengan panjang badan pendek. Hasil uji Fisher’s Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar hemoglobin trimester III dengan panjang badan bayi baru lahir (p = 0,100), dimana tidak ditemukan bayi pendek pada kelompok ibu dengan anemia. Analisis terhadap faktor perancu berupa paritas dan jarak kehamilan juga tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p = 1,000).Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin ibu hamil trimester III maupun faktor perancu (paritas dan jarak kehamilan) dengan panjang badan bayi baru lahir. Penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar dan variabel tambahan diperlukan untuk memperkuat temuan ini.