Pariwisata merupakan sektor penting bagi perekonomian daerah di Indonesia, termasuk Kota Solo yang kaya akan budaya dan sejarah. Solo berupaya memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata utama di tengah persaingan. Meskipun jumlah wisatawan mencapai jutaan, angka ini masih tertinggal jauh dibandingkan kota-kota lain seperti Yogyakarta dan Bali. Oleh karena itu, perlu upaya untuk menarik lebih banyak wisatawan guna memperkuat citra kota sebagai destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan event Bengawan Solo Travel Mart 2025 dalam memperkuat citra Kota Solo sebagai destinasi wisata, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi selama event.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dengan buyer dan seller yang terlibat dalam event, observasi langsung di lapangan, studi dokumen resmi seperti proposal dan laporan pertanggungjawaban, serta studi pustaka dari berbagai referensi relevan. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan teori Miles dan Huberman, yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilaksanakan di Sekretariat ASITA DPC Surakarta dan venue Bengawan Solo Travel Mart 2025 yaitu Solo Square, Maret hingga Mei 2025.Hasil penelitian menunjukkan bahwa event Bengawan Solo Travel Mart 2025 berperan penting dalam memperkuat citra Kota Solo sebagai destinasi wisata. Dari sisi citra kognitif, para buyer mulai melihat Solo sebagai kota yang sudah siap dan memiliki fasilitas yang memadai. Dari sisi citra unik, event ini berhasil menampilkan karakter Solo yang autentik, tenang, dan kaya akan budaya. Dari citra afektif, buyer merasa lebih terhubung dengan Solo, bahkan antusias untuk merekomendasikannya kepada klien mereka. Event ini dinilai efektif dalam mengubah persepsi awal tentang Solo. Keberhasilan event ini juga dibuktikan dengan perputaran uang sebesar 583 juta rupiah. Namun, masih terdapat beberapa tantangan seperti durasi table top yang terbatas, kurangnya materi promosi dalam berbagai bahasa, dan popularitas Solo yang masih perlu ditingkatkan di pasar global.Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa rumusan masalah dalam penelitian ini terjawab secara menyeluruh. Event Bengawan Solo Travel Mart 2025 terbukti memiliki peranan positif dalam memperkuat citra Kota Solo sebagai destinasi wisata sesuai indikator citra destinasi. Saran dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan durasi table top, penguatan promosi digital multilingual, serta perluasan jaringan promosi ke pasar internasional agar event selanjutnya dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak yang lebih luas bagi citra Kota Solo sebagai destinasi wisata.