Penulis Utama : Icca Stella Amalia
NIM / NIP : T512202002

Berdasarkan data global, prevalensi kegemukan dan obesitas pada anak dan remaja usia 5–19 tahun meningkat signifikan, dari 8% pada tahun 1990 menjadi 20% pada tahun 2022. Obesitas merupakan salah satu permasalahan gizi yang kini banyak dialami oleh remaja di Indonesia. Menurut laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi remaja gemuk dan obesitas pada kelompok usia 13–15 tahun di Indonesia tercatat sebesar 4.1%, sementara pada kelompok usia 16–18 tahun sebesar 3.3%. Di Kabupaten Kuningan, sebanyak 27.7% penduduk usia ≥15 tahun mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang tidak sehat. Data menunjukkan bahwa mayoritas penduduk usia ≥3 tahun memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, lemak, serta makanan instan. Sekitar 70.97% mengonsumsi minuman manis, 68.79% mengonsumsi makanan berlemak, dan 69.87% mengonsumsi makanan instan 1–6 kali per minggu. Konsumsi buah dan sayur tergolong rendah, hanya 80.86% yang mengonsumsi 1–2 porsi per minggu, selain itu tingkat aktivitas fisik masih tergolong cukup, yaitu sebesar 71.82%. Kondisi ini secara keseluruhan dapat meningkatkan risiko obesitas, terutama pada kelompok usia remaja. Untuk menanggulangi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan telah mengimplementasikan beberapa program pencegahan obesitas, antara lain Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) dan program Penatalaksanaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (PANDU). Fokus utama dari program ini adalah mempertahankan kondisi sehat masyarakat, mencegah faktor risiko perilaku, serta melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko biologis seperti obesitas, hipertensi, hiperglikemia, gangguan penglihatan dan pendengaran, serta kanker serviks dan payudara. Program yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Kuningan belum berjalan dengan baik, berdasarkan hasil studi pendahuluan juga diketahui bahwa kegiatan hanya dilakukan pada akhir tahun saja dan tidak terdapat indikator capaian yang jelas maupun laporan kegiatannya. Selain itu, strategi promosi kesehatan yang diterapkan saat ini belum sepenuhnya memanfaatkan kemajuan teknologi. Padahal, pendekatan promosi kesehatan melalui intervensi digital yang terintegrasi dengan teori perilaku seperti Theory of Planned Behavior (TPB) dan Social Cognitive Theory (SCT) terbukti mampu memfasilitasi perubahan perilaku secara lebih sistematis dan berkelanjutan. Menurut Ho dan Sun (2015), komponen TPB seperti sikap, norma subjektif, persepsi kendali perilaku, serta niat berperilaku, menyumbang sekitar 17% terhadap keterlibatan individu dalam perilaku perawatan kesehatan yang bertujuan mengurangi kelebihan berat badan atau obesitas. Social Cognitive Theory (SCT) merupakan salah satu pendekatan teori perilaku yang banyak digunakan untuk memprediksi dan memodifikasi perilaku hidup sehat. Penelitian yang dilakukan oleh Nazari et al (2020) menunjukkan bahwa intervensi berbasis web yang mengintegrasikan konstruk teori SCT efektif dalam meningkatkan kesadaran, memperkuat elemen-elemen utama SCT, serta mendorong peningkatan perilaku aktivitas fisik pada wanita yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Kajian beberapa penelitian menunjukkan bahwa perubahan perilaku dipengaruhi oleh banyak faktor. Penjelasan berbagai faktor yang dapat memengaruhi perubahan perilaku dapat dilihat dengan menggunakan multi teori dalam penelitian. Penggunaan integrasi berbagai teori dalam penelitian ini digunakan untuk meningkatkan kekuatan prediksi untuk mencapai penjelasan perilaku yang komprehensif dan optimal (Hagger dan Hamilton, 2020).Perlu adanya inovasi program promosi kesehatan yang dilakukan di era perkembangan teknologi dan digital pada saat ini. Efektivitas program tersebut dapat ditingkatkan dengan pendekatan yang lebih terarah melalui penerapan teori-teori perilaku seperti Theory of Planned Behavior (TPB) dan Social Cognitive Theory (SCT), yang terintegrasi dengan media intervensi berbasis teknologi seperti mobile application yang terbukti dapat memfasilitasi perubahan perilaku secara lebih sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mobile application dan berbagai konstruk dari TPB dan SCT terhadap perilaku pencegahan obesitas dan penurunan Indeks Massa Tubuh Remaja (z-score). Penelitian ini merupakan  penelitian eksperimen dengan desain  Randomized Controlled Trial (RCT) selama 3 bulan dan studi potong lintang (Cross Sectional) terhadap 400 remaja berusia 14-19 tahun dari perwakilan 4 sekolah menengah atas di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Indonesia. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada fase cross sectional adalah multi-stage non-proportional random sampling, sedangkan pada fase Randomized Controlled Trial (RCT) dilakukan dengan cara mengelompokkan subjek yang memiliki karakteristik serupa ke dalam kelompok, kemudian menetapkan perlakuan secara acak di dalam masing-masing kelompok. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dibuat oleh peneliti dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Stata. Analisis bivariat menggunakan uji t, uji regresi linier sederhana, dan analisis multivariat menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian pada tahap baseline menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi pada variabel sikap (p = 0.550), persepsi kendali perilaku/efikasi diri (p = 0.507), niat (p = 0.491), pembelajaran observasional (p = 0.389), norma subjektif (p = 0.553), regulasi diri (p = 0.893), lingkungan (p = 0.644), perilaku pencegahan obesitas (p = 0.120) dan imt remaja (z-score) (p = 0.299). Tahap endline menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi pada variabel sikap (p = 0.009), persepsi kendali perilaku/efikasi diri (p = 0.002), niat (p = 0.015), pembelajaran observasional (p = 0.027), norma subjektif (p = 0.002), regulasi diri (p = 0.003), perilaku pencegahan obesitas (p = 0.021) dan indeks massa remja (z-score) (p = 0.029). Hasil penelitian pada konstruk TPB dan SCT didapatkan bahwa terdapat pengaruh langsung yang positif dan secara statistik signifikan antara perilaku pencegahan obesitas (b = -0.04; p < 0.001) dan lingkungan (b = -0.41; p < 0.001) dengan indeks massa tubuh remaja (z-score). Terdapat pengaruh tidak langsung yang positif dan secara statistik signifikan antara niat dengan perilaku pencegahan obesitas (b = 0.09; p = 0.003), persepsi kendali perilaku/efikasi diri dengan perilaku pencegahan obesitas (b = 0.27; p < 0.001), sikap dengan perilaku pencegahan obesitas (b = 0.14; p < 0.001), norma subjektif dengan perilaku pencegahan obesitas (b = 0.56; p < 0.001), pembelajaran observasional dengan niat berperilaku (b = 0.19; p = 0.015), persepsi kendali perilaku/efikasi diri dengan niat berperilaku (b = 0.27; p = 0.020), sikap dengan niat berperilaku (b = 0.13; p = 0.009), norma subjektif dengan niat berperilaku (b = 0.34; p = 0.012), jenis kelamin dengan niat berperilaku (b =1.47; p = 0.022), niat berperilaku dengan regulasi diri (b = 0.15; p < 0.001), regulasi diri dengan pembelajaran observasional (b = 0.71; p < 0.001), lingkungan dengan pembelajaran observasional (b = 0.20; p = 0.037), pembelajaran observasional dengan persepsi kendali perilaku/efikasi diri (b = 0.10; p = 0.001), sikap dengan persepsi kendali perilaku/efikasi diri (b = 0.09; p < 0.001), norma subjektif dengan persepsi kendali perilaku/efikasi diri (b = 0.23; p < 0.001), lingkungan dengan persepsi kendali perilaku/efikasi diri (b = 0.15; p = 0.031), pembelajaran observasional dengan sikap (b = 0.26; p < 0.001), norma subjektif dengan sikap (b = 0.51; p < 0.001), lingkungan dengan sikap (b = 0.73; p <  0.001), pembelajaran observasional dengan norma subjektif (b = 0.06; p = 0.027), dan lingkungan dengan norma subjektif (b = 0.18; p < 0.002). Hasil studi ini menunjukkan efektivitas intervensi mobile application yang didasarkan pada teori TPB dan SCT dalam meningkatkan perilaku pencegahan obesitas pada remaja. Saran yang dapat dilakukan untuk mengoptimalisasi efektivitas peningkatan perilaku pencegahan obesitas dan penurunan indeks massa tubuh yaitu dengan melakukan peningkatan strategi implementasi, yang dapat dilakukan dengan cara  (1) pelaksanaan intervensi dilakukan lebih dari 3 bulan untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal (2) kolaborasi dengan sekolah dan orang tua dalam penggunaan aplikasi untuk mendukung perubahan perilaku yang lebih efektif; (3) peningkatan edukasi digital dengan mengajarkan remaja cara memanfaatkan aplikasi dengan maksimal, misalnya melalui workshop di sekolah

×
Penulis Utama : Icca Stella Amalia
Penulis Tambahan : 1. Prof Bhisma Murti,dr., M.Sc., MPH., Ph.D
2. Vitri Widyaningsih, dr., M.S., Ph.D
NIM / NIP : T512202002
Tahun : 2026
Judul : Model Promosi Kesehatan Berbasis Mobile Application Pencegahan Obesitas pada Remaja
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Kedokteran - 2026
Program Studi : S-3 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Mobile Application, Theory of Planned Behavior, Social Cognitive Theory, Pencegahan Obesitas, Remaja
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2590291125007697
Link DOI : https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2590291125007697
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof Bhisma Murti,dr., M.Sc., MPH., Ph.D
2. Vitri Widyaningsih, dr., M.S., Ph.D
Penguji : 1. Prof. Dr. Reviono,dr.,Sp.P (K)
2. Prof. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari,dr.,M.Pd Dr. Budiyanti Wiboworini, dr., M.Kes., Sp.GK
3. Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Kedokteran
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.