Tingginya
tingkat turnover karyawan menjadi permasalahan serius bagi perusahaan
pembiayaan, termasuk PT X yang mencatatkan tingkat turnover melebihi batas
normal industri. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor
apa saja yang menyebabkan munculnya turnover intention pada karyawan aktif di
PT X, khususnya jika ditinjau melalui perspektif teori push and pull factors.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor
penyebab terjadinya turnover intention karyawan PT X berdasarkan faktor
pendorong (push factors) dan faktor penarik (pull factors) serta
melihat perbedaannya berdasarkan jenjang jabatan. Data dalam penelitian ini
diperoleh melalui wawancara semi-terstruktrur terhadap lima karyawan PT X yang
masih aktif bekerja serta berasal dari level jabatan yang berbeda beda.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi
kasus. Pemilihan responden dilakukan melalui purposive sampling dengan
menggunakan ATLAS.ti sebagai analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
turnover intention pada karyawan PT X terbentuk melalui proses bertahap, mulai
dari thinking of quitting, intention to search, hingga intention
to quit. Pada level staf, push factors utama meliputi beban kerja
berlebihan dan terganggunya keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance),
sementara pull factors didominasi oleh imbalan finansial dan benefit yang lebih
baik dari perusahaan lain. Pada level menengah (officer), push factors
yang dominan adalah hambatan birokrasi dan stagnasi karier (career plateau),
sedangkan pull factors berupa sistem kerja yang lebih modern, fleksibel,
dan profesional. Selain itu adanya dua temuan lain yang muncul yaitu adalah office
politics (politik kantor) dan lack of protection (kurangnya
perlindungan). Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa turnover
intention karyawan PT X dipengaruhi oleh kombinasi tekanan internal
organisasi dan daya tarik eksternal perusahaan lain, dengan
karakteristik yang berbeda pada setiap jenjang jabatan.