Penelitian perancangan ini menghasilkan prototipe board game edukasi
berjudul ReefGuard: Karimunjawa sebagai media pembelajaran konservasi sosial
ekologis di Taman Nasional Karimunjawa bagi remaja usia 16–18 tahun. Perancangan dilakukan untuk menjawab kebutuhan media edukasi yang tidak
hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memicu keterlibatan, membangun
pemahaman sebab–akibat, dan mendorong refleksi tindakan melalui pengalaman
bermain. Game dirancang sebagai permainan analog kooperatif berbasis role
playing yang menempatkan pemain pada peran multipemangku kepentingan,
mengelola kondisi ekologi dan sosial melalui pengambilan keputusan tim, serta
menerima umpan balik konsekuensi secara langsung melalui sistem indikator dan
perubahan kondisi. Evaluasi dilakukan melalui pra-user test dan pasca-user test
yang disertai playtest pada 5 responden (N=5) untuk menilai aspek mekanisme
(pemahaman aturan, kejelasan alur, makna keputusan, kerja sama, pacing, tingkat
kesulitan, relevansi tema) dan aspek visual–UI (keterbacaan, konsistensi warna,
kohesi ilustrasi, daya tarik komponen). Hasil pengujian menunjukkan penerimaan
positif: responden memahami tujuan permainan dan aturan dasar, menilai ikon
komponen mudah dimengerti, serta memberikan penilaian tinggi pada visual–UI
dengan rerata 4,7/5. Responden juga menyatakan memperoleh wawasan baru
mengenai konservasi sosial–ekologis dan merasakan peningkatan pemahaman
relasi manusia–alam setelah bermain. Meski demikian, beberapa mekanik yang
cenderung abstrak (misalnya Agency, modifikasi IUU, interpretasi overlay, dan
musyawarah/voting) masih memerlukan penyederhanaan aturan, penguatan player
aid, serta perapian hierarki informasi agar pengalaman bermain lebih stabil dan
keputusan terasa semakin bermakna.