Indonesia merupakan produsen kelapa terbesar dunia yang menciptakan peluang ekspor terhadap kelapa primer maupun olahan. Namun, penguasaan pangsa pasar Indonesia rendah akibat persaingan global ketat dan penolakan ekspor yang memicu penurunan volume dan nilai ekspor pada tahun 2021-2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur pasar, daya saing komparatif dan kompetitif dari kelapa primer dan kelapa olahan di pasar internasional, serta mengetahui pasar komoditas kelapa Indonesia yang berpotensi untuk dikembangkan di pasar internasional. Analisis menggunakan CR4 dan HI, RCA, EPD dan ISP, serta X-Model Potential Export. Hasil penelitian menunjukkan struktur pasar yang terbentuk dalam perdagangan kelapa primer dan olahan adalah pasar oligopoli dengan tingkat konsentrasi tinggi. Indonesia memiliki keunggulan komparatif dan berdaya saing kuat untuk kelapa segar di Malaysia, Singapura, dan UEA; kelapa dalam tempurung di China, HongKong, dan UEA; kelapa parut kering di seluruh pasar tujuan; serta minyak kelapa di Malaysia dan AS. Indonesia menempati posisi rising star untuk kelapa segar di Malaysia, UEA, dan AS; kelapa dalam tempurung di Belanda; kelapa parut kering di Jerman, UK dan AS; serta minyak kelapa di Prancis dan Jerman. Secara keseluruhan, kelapa primer mendominasi rising star sementara kelapa olahan mendominasi lost opportunity. Indonesia masuk pada tahap kemandirian dengan cenderung menjadi pengekspor dalam perdagangan kelapa primer maupun olahan. Potensi pengembangan pasar komoditas kelapa Indonesia yang optimis terletak pada kelapa segar, sementara kelapa dalam tempurung, kelapa parut kering, dan minyak kelapa termasuk dalam kategori potensial.