Latar Belakang : Kanker servik merupakan penyakit ginekologik yang memiliki tingkatkeganasan yang cukup tinggi dan menjadi penyebab kematian utama akibat kanker padawanita negara-negara berkembang, cenderung terjadi pada usia pertengahan. Terdiagnosiskanker serviks menjadi suatu stressor bagi pasien dan mengaktifkan system HPA Axis,sehingga terjadi peningkatan hormon kortisol kemudian pasien akan mencoba beradaptasidengan penyakitnya. Adaptasi pasien kanker dipengaruhi oleh kemampuan koping sipenderita. Koping yang adaptif akan mempengaruhi system HPA Axis, sehingga diharapkankadar kortisol akan menurun. Pendekatan psikoterapi penting dalam meningkatkanmekanisme koping serta memiliki efek yang sama dengan obat tambahan setelah kemoterapisehingga dapat menekan biaya pengobatan pada pasien kanker. Penurunan kortisoldiperkirakan dapat dijadikan prediksi keberhasilan psikoterapiTujuan : Mengetahui bagaimana proses terapi realitas dalam meningkatkan mekanismekoping dan mengetahui apakah perbedaan kadar kortisol dapat dijadikan prediksikeberhasilan psikoterapiMetode : Penelitian ini merupakan suatu studi kualitatif berbentuk studi kasus tunggalbertujuan untuk memahami strategi koping, dan perbedaan kadar kortisol sebelum dansesudah psikoterapi realitas.Hasil : proses biologik, kepribadian, dukungan psikososial, adanya comorbiditasdiperkirakan mempengaruhi mekanisme koping pasien. Penurunan kadar kortisol dapatdijadikan prediksi keberhasilan psikoterapiKesimpulan : Terapi realitas dapat digunakan untuk meningkatkan strategi koping,kepatuhan terapi dan perbaikan kualitas hidupKata Kunci : terapi realitas, strategi koping, kortisol plasma, pasien kanker serviks