Tujuan pada penelitian ini adalah menganalisis kelayakan finansial dan Break Even Point (BEP) pada usaha kerajinan tatah sungging di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Sukoharjo pada tanggal 5 Agustus sampai 30 Oktober 2020 di Dusun Sonorejo, Dusun Cebukan, Dusun Gedong dan Dusun Kayen, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo. Metode penelitian yang digunakan adalah survei untuk mengumpulkan data primer dan data sekunder. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive sampling dan pengambilan sampel responden dilakukan secara sensus sebanyak 30 pengrajin. Analisis data yang digunakan untuk melihat ukuran kelayakan suatu usaha dapat ditinjau dari aspek keuangan yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate Of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), Payback Period (PPC) dan Break Even Point (BEP). Analisis didasarkan pada jangka waktu 5 tahun dengan tingkat discount rate 12% sesuai suku bunga yang berlaku di tempat penelitian. Berdasarkan analisis kelayakan usaha menunjukkan nilai NPV sebesar Rp 119.876.522,00; IRR 40,25%; BCR sebesar 1,82, PPC sebesar 2,17 tahun. Nilai BEP berdasar penjualan kerajinan wayang sebesar Rp 33.426.081,00 dan kaligrafi sebesar Rp 47.567.884,00 serta berdasarkan unit kerajinan sebesar 84 unit kerajinan wayang dan 1.603 unit kerajinan kaligrafi. Kesimpulan usaha kerajinan tatah sungging di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo layak untuk diusahakan dan pengrajin akan memperoleh keuntungan apabila menjual lebih dari 84 unit wayang dan 1.603 unit kaligrafi.Kata kunci : Analisis finansial, kerajinan tatah sungging, wayang, kaligrafi pengrajin.