Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan penting di
dunia, termasuk di Indonesia. Sebagai sumber karbohidrat utama setelah beras,
jagung memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan nasional. Jagung juga
dikenal sebagai tanaman yang dapat tumbuh pada kondisi lahan kering. Terdapat
beberapa faktor yang menghambat produktivitas jagung salah satunya adalah
kondisi lahan dan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan beberapa kultivar jagung dengan tujuan untuk
mengetahui jenis hama dan intensitas serangan hama yang menyerang beberapa
kultivar jagung yang ditanam pada lahan kering.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 hingga Februari 2025
di lahan milik warga Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Penelitian ini disajikan dengan percobaan lapangan menggunakan metode
Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari enam kultivar yaitu
P1= Pertiwi F1, P2= BISI 18, P3= Pioneer P35, P4= Pioneer 21, P5= Syngenta
NK212, P6= Lamuru MPM-1 dengan setiap perlakuan diulang tiga kali. Variabel
pengamatan berupa jenis hama yang berada di lokasi penelitian, populasi
spodoptera frugiperda, dan intensitas serangan hama. Analisis data yang
digunakan yaitu ANNOVA dan uji lanjut BNT dengan taraf 5%.
Hasil penelitian menyatakan adanya perbedaan intensitas serangan hama
seperti Spodoptera frugiperda dan tikus secara signifikan pada masing-masing
kultivar. Kultivar Pertiwi (P1) dan Kultivar lamuru (P6) terbukti memiliki tingkat
serangan paling tinggi dan secara statistik berbeda nyata dari kultivar lain seperti
NK212 (P5) dan Pioneer P35 (P3) yang menunjukkan ketahanan lebih tinggi.