Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan kebijakan nasional yang berperan strategis dalam memperluas akses pendidikan serta menekan angka putus sekolah bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Namun, implementasinya di tingkat daerah masih menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan dengan dinamika hubungan antar pemangku kepentingan. Penelitian ini berjudul Analisis Pemangku Kepentingan dalam Implementasi Program Indonesia Pintar di Kabupaten Magetan dan bertujuan untuk menganalisis faktor pendorong dan faktor penghambat implementasi Program Indonesia Pintar (PIP), menganalisis tingkat pengaruh dan ketergantungan aktor, serta menganalisis hubungan antar pemangku kepentingan yang terlibat dalam implementasi PIP di Kabupaten Magetan.Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain eksplanatori sekuensial. Data sekunder berupa jurnal penelitian terdahulu dianalisis menggunakan perangkat lunak ATLAS.ti untuk menganalisis faktor pendorong dan penghambat implementasi PIP. Selanjutnya, data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur terhadap delapan aktor kunci dan dianalisis menggunakan metode MACTOR (Matrix of Alliances and Conflicts: Tactics, Objectives, and Recommendations). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong implementasi PIP meliputi faktor pemerintah pusat dan daerah, faktor sekolah, faktor peserta didik dan orang tua, serta faktor komunikasi dan koordinasi. Sementara itu, faktor penghambat meliputi ketidaktepatan data dan sasaran, kendala administrasi dan teknis penyaluran, rendahnya pemahaman dan partisipasi masyarakat, serta lemahnya pengawasan. Analisis konvergensi MACTOR menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama merupakan aktor kunci dengan pengaruh tinggi, sementara terdapat divergensi kepentingan antara komite sekolah dan perangkat desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi PIP sangat bergantung pada pengelolaan hubungan antar pemangku kepentingan secara terintegrasi.