Pulau Maratua terletak di Kabupaten
Berau, Kalimantan Timur merupakan salah satu destinasi wisata bahari unggulan
yang memiliki potensi alam dan ekosistem laut yang khas, serta merupakan salah
satu dari 88 Kawasan Strategis Parawisata Nasional (KSPN) yaitu
Derawan-Sangalaki (DPMPTSP, 2020). Tren global saat ini semakin
menekankan pada parawisata berkelanjutan dan pengalaman autentik berbasis alam
dan budaya lokal. Hal ini didukung oleh kebijakan pemerintah daerah yang aktif
mempromosikan wisata bahari Derawan, serta pengembangan destinasi yang
berorientasi pada ekowisata dan konservasi. Maratua menjadi sorotan karena
statusnya sebagai surga bawah laut yang menawarkan pengalaman menyelam,
snorkling, dan edukasi lingkungan mendalam.
Menurut data BPS Provinsi Kaltim 2022, Pertumbuhan Wisatawan dan
Kebutuhan Akomodasi di Maratua menjadi faktor tertinggi mengapa Berau mengalami
peningkatan kunjungan wisatawan. Jumlah objek wisata di Kabupaten Berau tahun
2022 meliputi wisata alam, wisata buatan, wisata bahari, wisata sungai, dan
taman wisata laut serta wisata lainnya adalah sebanyak 164 objek wisata (Disdikbudkaltim, 2022).Selain itu, sebagaian besar akomodasi
yang ada saat ini masih bersifat standar dan belum sepenuhnya mencerminkan
identital lokal Maratua. Hal ini menciptakan kesenjangan antara potensi wisata
dan fasilitas penunjangnya, sehingga diperlukan strategi perancangan resort
yang mampu menjawab kebutuhan wisatawan modern sekaligus menjaga kelestarian
lingkungan dan memperkuat identitas budaya lokal.Berdasarkan hal tersebut, dalam
perancangan resort ini, digunakan konsep Arsitektur NeoVernakular yang
menggabungkan elemen tradisional dan modern. Konsep ini diharapkan dapat
menjaga kelestarian budaya lokal sekaligus memenuhi kebutuhan fungsi dan
estetika bangunan masa kini, sehingga pembangunan resort tidak hanya memberikan
kenyamanan bagi pengunjung tetapi juga melestarikan warisan budaya suku Bajau
secara berkelanjutan.