Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui collaborative governance dalam keberhasilanprogram smart city dalam dimensi smart branding di Kota Surakarta tahun 2022-2023.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teori Ansell dan Gash(2008) yaitu dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen dalam kolaborasi,pemahaman bersama, hasil antara atau pertengahan. Metode yang digunakan dalampenelitian ini berupa pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Sumberdata pada penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulandata dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Uji validitas data yang digunakanadalah dengan triangulasi teknik. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah datacollection (pengumpulan data), data reduction (reduksi data), data display (penyajiandata), serta conclusion drawing/ verification. Hasil penelitian ini diketahui bahwa prosescollaborative governance yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM, DinasPerdagangan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Badan Penelitian danPengembangan (Balitbang) atau sekarang disebut Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida)yang difokuskan pada Solo Technopark, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata(Disbudpar) sudah memenuhi tahapan proses collaborative governance berdasarkan padalima indikator dari Ansell dan Gash (2008). Dialog tatap muka dilakukan minimal sekalisebulan, kepercayaan dibangun dengan menjalankan tugas masing-masing stakeholder,komitmen terbangun dengan kalender event serta menjalankan tanggungjawab bersama,pemahaman bersama dengan memiliki pemahaman bersama berupa tujuan atau nilai yangakan dicapai, hasil antara atau pertengahan sudah berjalan dengan baik dan mendapatkanhasil atau keuntungan.