Perencanaan kawasan perkotaan berbasis sektor industri telah mendorong terjadinya perubahan tutupan lahan yang semakin intensif, terutama berupa konversi lahan non terbangun menjadi lahan terbangun untuk kebutuhan permukiman, industri, dan infrastruktur pendukung. Perubahan ini diikuti oleh meningkatnya aktivitas ekonomi, pertumbuhan penduduk, serta kemudahan aksesibilitas wilayah. Hal ini jika tidak diantisipasi dapat menyebabkan dampak negatif terhadap kondisi ekologis kawasan, serta memicu pemanfaatan ruang yang secara legal bertentangan dengan arahan rencana tata ruang. Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi geospasial, memungkinkan penyusunan model prediksi perubahan tutupan lahan di masa mendatang. Pendekatan prediktif ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi kecenderungan perubahan spasial serta mendeteksi potensi simpangan pemanfaatan ruang terhadap rencana tata ruang secara lebih dini. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model prediksi perubahan tutupan lahan menggunakan pendekatan Artificial Neural Network dan Cellular Automata (ANN-CA) serta menganalisis kesesuaiannya terhadap rencana tata ruang yang berlaku. Kawasan Kota Industri Gondang-Sambungmacan dipilih sebagai lokasi penelitian karena mengalami perkembangan tata guna lahan yang didorong oleh sektor industri. Selain itu, kawasan ini memiliki rencana tata ruang tahun 2023-2043 yang secara eksplisit mengarahkan pengembangan wilayah sebagai kawasan perkotaan berbasis industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan lahan terbangun diprediksi mengalami peningkatan hingga tahun 2043 dan cenderung berkembang ke arah lahan terbangun. Sebagian besar hasil prediksi masih sesuai dengan arahan pola ruang RDTR, namun terdapat potensi ketidaksesuaian akibat tekanan alih fungsi lahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model ANN-CA dinilai efektif dalam menggambarkan kecenderungan perubahan tutupan lahan dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi serta pengendalian pemanfaatan ruang.