Galih Ihza Mahendra, O0122050. ANALISIS
KETERSEDIAAN DAN KELAYAKAN SARANA – PRASARANACABANG OLAHARAGA BOLA VOLI DI KONI
SURAKARTA TAHUN 2025.Skripsi. Surakarta: Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret
Surakarta. November 2025.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh
pentingnya ketersediaan dan kelayakan sarana serta prasarana olahraga sebagai
faktor pendukung utama dalam pembinaan dan peningkatan prestasi atlet bola
voli. KONI Surakarta sebagai lembaga pembina olahraga daerah memiliki peran
strategis dalam menyediakan fasilitas latihan yang sesuai standar. Namun,
kondisi sarana dan prasarana bola voli yang digunakan di beberapa lokasi binaan
masih menunjukkan adanya perbedaan kualitas. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis tingkat ketersediaan dan kelayakan
sarana-prasarana cabang olahraga bola voli binaan KONI Surakarta tahun 2025
berdasarkan standar FIVB dan PBVSI.Penelitian ini menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif dengan metode observasi lapangan dan wawancara
terstruktur. Objek penelitian meliputi empat lokasi latihan bola voli, yaitu
GOR Wisanggeni, GOR UTP, Lapangan Danukusuman, dan Lapangan Unisri. Instrumen
penelitian disusun berdasarkan standar FIVB dan PBVSI, kemudian
divalidasi melalui uji validitas isi menggunakan I-CVI dan Ave-CVI dengan hasil
nilai 1,00 yang menunjukkan instrumen sangat valid. Teknik analisis data
dilakukan melalui analisis kesenjangan (gap analysis) untuk membandingkan
kondisi aktual dengan standar yang ditetapkan.Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan terbesar terdapat pada prasarana
utama, khususnya pada kondisi lantai dan garis lapangan. Lapangan Danukusuman
dan Lapangan Unisri mengalami major gap karena lantai tidak sesuai
standar dan garis lapangan tidak layak, sementara GOR UTP menunjukkan kombinasi
major gap dan minor gap. GOR Wisanggeni menjadi satu-satunya
lokasi yang hampir sepenuhnya memenuhi standar kelayakan. Pada prasarana
pendukung, sebagian besar lokasi belum memiliki ruang ganti dan ruang medis
yang memadai. Sarana latihan inti umumnya tersedia, namun sarana latihan khusus
menunjukkan ketimpangan yang cukup signifikan.
Penelitian
ini menyimpulkan bahwa ketersediaan dan kelayakan sarana-prasarana latihan bola
voli binaan KONI Surakarta belum merata dan belum sepenuhnya memenuhi standar FIVB
dan PBVSI, terutama pada aspek prasarana utama dan pendukung. Kondisi tersebut
berpotensi menghambat efektivitas latihan serta pengembangan prestasi atlet.
Oleh karena itu, diperlukan perhatian dan perbaikan prioritas dari pihak
terkait, khususnya KONI Surakarta, guna meningkatkan kualitas fasilitas latihan
secara bertahap dan berkelanjutan.