Enciko Wijanarko. O0122037. Analisis Ketersediaan dan Kelayakan Sarana-
Prasarana Cabang Olahraga Jiujitsu di KONI Surakarta Tahun 2025. Skripsi.
Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret Surakarta. November 2025.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan dan mengevaluasi
kelayakan fungsional prasarana dojo serta sarana dan prasarana latihan jiujitsu di
bawah naungan KONI Surakarta. Kelayakan dinilai berdasarkan standar Ju-Jitsu
International Federation (JJIF), Federasi Ju-Jitsu Indonesia (FJI), dan
Permenpora No. 0445 Tahun 2014 tentang standar minimal sarana dan prasarana
olahraga.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus
melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pengurus, pelatih, dan
atlet jiujitsu, serta dokumentasi fasilitas dojo. Instrumen penelitian divalidasi oleh
lima ahli dengan metode Content Validity Index (I-CVI dan Ave-CVI = 1.00),
sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Analisis data
menggunakan pendekatan gap analysis.
Hasil penelitian menunjukkan adanya major gap kritis pada sarana dan
prasarana latihan jiujitsu KONI Surakarta, terutama pada aspek keamanan dan
fasilitas pemulihan atlet. Meskipun prasarana utama dojo seperti dimensi ruang (12
× 10 m) dan matras tatami dengan ketebalan 5 cm telah memenuhi standar
internasional dan masuk kategori zero gap, fasilitas pendukung lainnya masih jauh
dari standar layak. Ketiadaan ruang medis, ruang pemulihan, serta minimnya
inventaris alat proteksi (seperti body protector dan head guard) menjadi temuan
paling fundamental karena meningkatkan risiko cedera. Selain itu, teridentifikasi
major gap menyeluruh pada sarana latihan fungsional, seperti ketiadaan
grappling dummy, resistance band, medicine ball, serta peralatan latihan fisik
modern yang diperlukan untuk pengembangan kekuatan, mobilitas, dan ketahanan
atlet.
Implikasi dari temuan ini menunjukkan adanya hambatan sistemik terhadap
pengembangan pembinaan atlet jiujitsu secara kompetitif dan peningkatan risiko
cedera jangka panjang. Oleh karena itu, disarankan kepada KONI Surakarta untuk
melakukan revisi kebijakan sarana latihan jiujitsu dan memprioritaskan investasi
pada fasilitas keselamatan kritis (ruang medis, perlengkapan proteksi lengkap, dan
alat latihan fungsional), guna memenuhi standar minimal yang ditetapkan oleh FJI
dan JJIF serta memastikan pembinaan prestasi berlangsung secara aman dan
profesional.