Dhimas Bayu Ramadhan Analisis Ketersediaan dan Kelayakan Sarana- Prasarana Cabang Olahraga Bola Basket di KONI Surakarta Tahun 2025. Skripsi. Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret Surakarta. November 2025.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan dan mengevaluasi tingkat kelayakan fungsional sarana-prasarana cabang olahraga bola basket di bawah naungan KONI Surakarta tahun 2025 berdasarkan standar FIBA dan PERBASI.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung pada 9 GOR dan lapangan latihan sebagai lokasi pembinaan dan kompetisi, wawancara mendalam dengan 5 pengelola dan 7 pelatih/pemain, serta studi dokumentasi. Instrumen penelitian divalidasi melalui lima ahli dengan hasil Content Validity Index (Ave- CVI = 1.00) dan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan metode gap analysis untuk membandingkan kondisi aktual dengan standar ideal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sarana-prasarana bola basket di Surakarta masih menunjukkan kesenjangan signifikan dan belum memenuhi standar kelayakan ideal. Dari 5 GOR dan 4 Lapangan latihan yang diteliti, seluruhnya memenuhi standar dimensi lapangan dan sistem ventilasi serta pencahayaan (zero gap), namun terdapat major gap kritis pada fasilitas pertandingan dan sarana pendukung. Empat GOR (UNS, Manahan, Kalam Kudus, dan Warga) tidak memiliki bench pemain, sehingga mempengaruhi kelancaran pelaksanaan pertandingan. Fasilitas ruang ganti belum sepenuhnya sesuai standar; sebagian besar tidak dilengkapi shower dan loker, sementara ruang medis dan ruang pemulihan belum tersedia di seluruh GOR, yang berpotensi meningkatkan risiko cedera atlet. Selain itu, peralatan latihan modern seperti Agility Ladder dan fasilitas gym belum tersedia secara memadai. Kesenjangan ini mencerminkan keterbatasan pembiayaan dan belum optimalnya kebijakan pengadaan sarana oleh KONI dan Dispora yang masih diserahkan kepada klub dan pengelola lapangan.Implikasi dari temuan ini adalah hambatan sistemik terhadap pembinaan atlet elit dan peningkatan risiko cedera, serta menunjukkan adanya disparitas akut dalam alokasi anggaran dan perhatian manajemen antara fasilitas utama dan pendukung. Disarankan kepada Pemerintah Kota Surakarta dan KONI perlunya kebijakan perencanaan dan alokasi anggaran berbasis prioritas, dengan fokus pada penyediaan ruang medis, sarana pemulihan, fasilitas pendukung pertandingan, serta modernisasi peralatan latihan guna mendukung peningkatan prestasi atlet bola basket di Surakarta.Kata Kunci: Ketersediaan, Kelayakan Fungsional, Analisis Kesenjangan, GOR Lapangan Latihan, KONI Surakarta.