Teh merupakan salah satu bahan minuman yang digemari oleh masyarakat luas sehingga menjadi salah satu kebiasaan dalam mengonsumsi, salah satunya oleh masyarakat di Kota Surakarta. Selain rasanya yang banyak diminati, teh memiliki banyak manfaat dalam kesehatan. Teh diolah menjadi beberapa jenis salah satunya berbentuk teh bubuk. Teh bubuk merupakan teh siap seduh dengan potongan daun yang kasar. Konsumsi teh bubuk di Kota Surakarta mengalami penurunan selama 4 (empat) tahun terakhir yakni dari tahun 2018 – 2021, berbanding terbalik dengan konsumsi teh celup yang mengalami kenaikan dari tahun 2018 – 2021 hal ini menimbulkan persaingan dalam industri olahan teh. Dalam memenangkan persaingan, perusahaan atau industri teh bubuk dapat meningkatkan keunggulan kompetitifnya yakni dengan mempertimbangkan variabel atau atribut produk yang menjadi pilihan konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui pengaruh cita rasa, kemasan, harga, promosi penjualan dan brand image terhadap keputusan pembelian teh bubuk di Kota Surakarta. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Lokasi penelitian ditentukan dengan sengaja (purposive) di Kota Surakarta. Pengambilan sampel dengan metode accidental sampling dengan jumlah sampel 105 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner dan wawancara dengan responden. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Pengujian instrumen dan analisis data dilakukan dengan menggunakan alat bantu berupa Microsoft Excel dan aplikasi software IBM SPSS Statistics 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel cita rasa, kemasan, harga, promosi penjualan dan brand image secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian teh bubuk di Kota Surakarta. Variabel cita rasa, kemasan, promosi penjualan dan brand image secara individu (parsial) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian teh bubuk di Kota Surakarta. Sedangkan variabel harga secara individu (parsial) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian teh bubuk di Kota Surakarta. Variabel yang paling dominan dalam memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian teh bubuk di Kota Surakarta adalah variabel brand image. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel cita rasa, kemasan, harga, promosi penjualan dan brand image secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian teh bubuk di Kota Surakarta. Variabel cita rasa, kemasan, promosi penjualan dan brand image secara individu (parsial) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian teh bubuk di Kota Surakarta. Sedangkan variabel harga secara individu (parsial) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian teh bubuk di Kota Surakarta. Variabel yang paling dominan dalam memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian teh bubuk di Kota Surakarta adalah variabel brand image. Perusahaan atau industri teh bubuk diharapkan dapat mempertahankan kualitas produk teh bubuk, meningkatkan kualitas kemasan produk teh bubuk dan meningkatkan serta mempertahankan brand image atau citra merek. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel-variabel lain yang berpotensi dalam memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian.