Perencanaan pembangunan ekonomi daerah memerlukan peran aktif pemerintah dalam memprioritaskan sektor unggulan yang memiliki prospek dan daya saing melalui PDRB sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Provinsi Jawa Barat merupakan sektor strategis karena berkontribusi signifikan terhadap PDRB dan penyerapan tenaga kerja. Selama periode 2020–2024, nilai PDRB sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menunjukkan tren peningkatan, dengan Provinsi Jawa Barat menempati posisi ketiga tertinggi di Pulau Jawa. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Provinsi Jawa Barat termasuk dalam tiga besar penyumbang PDRB dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dari sektor dan subsektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dalam struktur perekonomian Provinsi Jawa Barat pada masa kini dan masa depan, serta menganalisis komponen pertumbuhan dari sektor dan subsektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Provinsi Jawa Barat. Metode dasar penelitian ini adalah deskriptif analitis. Lokasi penelitian berada di Provinsi Jawa Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder tahun 2015–2024 yang terdiri dari data PDRB Atas Harga Konstan 2010 di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten, serta PDB Atas Harga Konstan 2010 Indonesia yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis data yang digunakan adalah (1) Analisis Location Quotient (LQ), (2) Analisis Delta Location Quotient (∆LQ), (3) Analisis Shift Share Klasik, (4) Analisis Shift Share Dinamis, (5) Analisis Shift Share Spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis gabungan Location Quotient (LQ) dan Delta Location Quotient (∆LQ), subsektor tanaman pangan, subsektor peternakan, dan subsektor jasa pertanian dan perburuan termasuk dalam kategori stars. Berdasarkan analisis Shift Share Klasik, subsektor tanaman pangan dan peternakan menunjukkan daya saing yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan subsektor yang sama di tingkat nasional. Analisis Shift Share Dinamis memperlihatkan bahwa kinerja subsektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berfluktuasi antarperiode, namun subsektor tanaman pangan dan peternakan relatif lebih konsisten menunjukkan perbaikan daya saing. Berdasarkan analisis Shift Share Spasial, pertumbuhan sektor dan subsektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Provinsi Jawa Barat relatif lebih tinggi dibandingkan Provinsi Jawa Tengah. Sementara itu, dibandingkan dengan Provinsi Banten, kinerja pertumbuhan sektor dan subsektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Provinsi Jawa Barat menunjukkan variasi antar subsektor.