Perairan Indonesia, khususnya Pulau Jawa, merupakan habitat
potensial bagi Limnospira platensis, sianobakteri penghasil fikosianin
yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai antioksidan di industri farmasi dan
nutraseutikal. Namun, optimasi produksi fikosianin di skala industri sering
terkendala oleh salinitas lingkungan dan terbatasnya informasi mengenai
karakteristik molekuler strain lokal. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh salinitas terhadap produksi biomassa dan fikosianin,
serta mengkarakterisasi gen fikosianin subunit β dan α pada tiga strain lokal
melalui pendekatan in silico untuk pemodelan struktur tida dimensi
protein. Penelitian ini dirancang menggunakan metode eksperimental terhadap tiga
strain L. platensis asal Jepara (JPR), Yogyakarta (MRP), dan Bogor (BGR)
dengan perlakuan variasi salinitas pada konsentrasi garam 10, 20, dan 30 ppt.
Karakterisasi molekuler dilakukan melalui sekuensing gen fikosianin, diikuti
dengan analisis filogenetik, pemodelan struktur protein, dan molecular
docking untuk memprediksi interaksi subunit β dan α serta pengikatan
fikosianobilin (PCB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon fisiologis
terhadap salinitas bersifat spesifik pada tingkat strain dengan produksi
fikosianin optimal pada strain JPR dan BGR tercapai pada salinitas 20 ppt,
sedangkan strain MRP menunjukkan adaptasi unggul pada 30 ppt. Analisis
filogenetik mengonfirmasi kedekatan genetik yang lebih erat antara strain JPR
dan BGR dibandingkan dengan MRP. Secara struktural, ketiga strain memiliki
tingkat konservasi yang tinggi pada domain fungsional, meskipun ditemukan
variasi pada orientasi heliks terminal dan fleksibilitas daerah loop.
Nilai binding affinity menunjukkan strain JPR dan MRP memiliki ikatan
paling stabil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah salinitas berpengaruh
signifikan terhadap produktivitas fikosianin. Analisis docking
memprediksi bahwa meskipun terdapat substitusi asam amino pada gen β dan α,
stabilitas interaksi protein dan fungsi pengikatan PCB tetap terjaga.