Studi ini meneliti pengaruh strategi bisnis (Prospector – Defender) pada nilai perusahaan dengan dimediasi oleh Keberlanjutan Perusahaan yang diukur dengan higher order construct (Reflektif-formatif). Riset ini bertujuan menguji: pertama, pengaruh positif Strategi Bisnis pada nilai perusahaan; kedua, pengaruh positif Strategi bisnis pada Keberlanjutan perusahaan; ketiga, pengaruh positif Keberlanjutan perusahaan pada nilai perusahaan; dan keempat, peran Keberlanjutan perusahaan memediasi pengaruh strategi bisnis pada nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan 716 perusahaan yang tercantum dalam Sustainability Yearbook 2022 yang dibuat oleh S&P sebagai populasi penelitian. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. 157 perusahaan dari industri ekstraktif menjadi sampel penelitian ini. Peneliti menggunakan SMARTPLS 4.1.1.2 untuk menganalisis dan menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Bisnis berpengaruh positif pada nilai perusahaan, Strategi bisnis tidak berpengaruh positif pada Keberlanjutan Perusahaan, Keberlanjutan perusahaan tidak berpengaruh positif pada nilai perusahaan dan Keberlanjutan perusahaan tidak memediasi pengaruh Strategi Bisnis pada Nilai Perusahaan. Temuan lain sebagai novelty dari riset ini adalah dimensi finansial (Rasio Gross Margin, Rasio Net Income, dan Rasio EBIT) berkontribusi lebih besar pada variabel keberlanjutan perusahaan daripada dimensi non-finansial (Environment, Social, Governance). Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengukuran keberlanjutan perusahaan dengan mengombinasikan dimensi finansial dan dimensi non-finansial. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi investor dalam hal memberikan wawasan bahwa di masa krisis (COVID), strategi bisnis (prospector) memberikan pengaruh yang lebih besar pada Nilai Perusahaan daripada strategi Defender. Penelitian ini memberikan kontribusi manajerial bahwa dalam situasi krisis, manajer tetap harus melakukan eksplorasi dan berinovasi karena tetap dapat meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian berikutnya disarankan meningkatkan jumlah sampel untuk meningkatkan kemampuan memprediksi model dan melakukan pemeriksaan endogeneity atas model yang dikembangkan.