Pendahuluan: Long Acting β2 Agonist, Long Acting Muscarinic Antagonist, danInhaled Corticosteroid sering digunakan sebagai inhaler pengontrol PPOKdikarenakan efek bronkodilasi dan antiinflamasinya. Terapi PPOK dengan inhalerpengontrol memerlukan kepatuhan pengobatan agar dapat memperbaiki kondisidan mengurangi perburukan gejala sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien.Tingkat kepatuhan pengobatan masih menjadi permasalahan di berbagai negara.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhanpenggunaan obat inhaler pengontrol dengan kualitas hidup pasien PPOK.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik denganpendekatan cross-sectional menggunakan teknik total sampling selama November2025. Sampel yang digunakan sejumlah 39 pasien PPOK stabil di Poliklinik ParuRumah Sakit UNS. Pengambilan sampel melalui wawancara kuesioner MMAS-8untuk kepatuhan pengobatan dan CAT untuk kualitas hidup. Data dianalisis statistikdengan uji korelasi non-parametrik dikarenakan distribusi data CAT tidak normal.Hasil: Nilai signifikansi p-value sebesar 0,002 menunjukkan adanya hubunganantara kepatuhan pengobatan inhaler pengontrol dengan kualitas hidup pasienPPOK stabil. Nilai koefisien korelasi -0,473, berarti korelasi sedang danberlawanan arah antara kepatuhan pengobatan dengan CAT. Skor CAT tinggimenandakan rendahnya kualitas hidup. Perbandingan antar jenis obat yang dipakaiterhadap kualitas hidup dianalisis dan didapatkan p-value = 0,367 yangmenunjukkan tidak ada perbedaan yang berarti.Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapathubungan yang signifikan antara kepatuhan pengobatan inhaler pengontrol dengankualitas hidup pasien PPOK stabil dengan kekuatan hubungan sedang. Semakintinggi tingkat kepatuhan pengobatan, semakin tinggi kualitas hidup pasien.Pengobatan inhaler pengontrol LABA, LAMA, dan ICS meningkatkan kualitashidup dengan mengurangi frekuensi eksaserbasi dan mencegah perburukan. Tidakada perbedaan yang berarti antara jenis obat yang diberikan pada respondenterhadap kualitas hidup responden.