Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui
karakteristik e-modul Sistem Pencernaan Makakan berbasis Problem-Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan
masalah dan keterampilan berpikir kritis, 2)
mengetahui kevalidan e-modul Sistem Pencernaan
Makakan berbasis Problem-Based Learning (PBL)
untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir
kritis, 3) mengetahui kepraktisan e-modul Sistem Pencernaan Makakan berbasis Problem-Based Learning (PBL) untuk
meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kritis, 4)
menguji keefektifan e-modul Sistem Pencernaan Makakan berbasis Problem-Based Learning (PBL) untuk
meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kritisJenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan
menggunakan model ADDIE (Analysis,
Design, Development, Implementation, Evaluation). Desain penelitian
menggunakan desain penelitian Quasi-
Experimental dengan rancangan Non-equivalent Control
Group Design. Subjek penelitian
terdiri dari 69 siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Sukoharjo. yang dibagi menjadi
kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi lembar
validasi untuk ahli, angket respon
untuk praktisi dan siswa, serta tes uraian untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah dan berpikir
kritis. Kualitas instrumen tes telah melalui uji validitas dan uji reliabilitas
dengan hasil yang menunjukkan bahwa instrumen tersebut layak dan reliabel untuk
digunakan sebagai alat ukur penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang
dikembangkan memiliki karakteristik berbasis masalah dengan menyajikan masalah
kontekstual sebagai awal pembelajaran. Secara teknis, e-modul ini berbentuk
multimedia interaktif flipbook berbasis
web yang dapat diakses secara langsung melalui smartphone atau laptop tanpa aplikasi
tambahan, serta dilengkapi fitur evaluasi dengan umpan balik langsung.
Berdasarkan uji kevalidan, e-modul dinyatakan sangat valid oleh para ahli. Uji kepraktisan menunjukkan kriteria sangat praktis berdasarkan respon guru dan siswa. Hasil uji Normalized Gain (N-Gain) pada kelas eksperimen menunjukkan
peningkatan kemampuan pemecahan masalah sebesar 0,60 dan keterampilan berpikir
kritis sebesar 0,61, keduanya berada pada kategori sedang dan lebih tinggi
dibandingkan kelas kontrol. Pada kelas kontrol hasil uji Normalized Gain (N-Gain) menunjukkan peningkatan kemampuan
pemecahan masalah sebesar 0,28 dan keterampilan berpikir kritis sebesar 0,20,
keduanya berada pada kategori rendah. Hasil uji MANOVA menunjukkan nilai
signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang
signifikan dari penggunaan e-modul berbasis Problem-Based
Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah dan keterampilan
berpikir kritis siswa secara simultan. Nilai Partial Eta Squared sebesar 0,654 menunjukkan kontribusi e-modul
sebesar 65,4% terhadap peningkatan kedua variabel tersebut. Dengan demikian,
e-modul sistem pencernaan berbasis Problem-Based
Learning (PBL) efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir
tingkat tinggi siswa.