Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan komoditas hortikultura
bernilai ekonomi tinggi yang kualitas buahnya sangat menentukan nilai jual.
Penurunan produksi nasional sebesar 24,96 ribu ton dan meningkatnya impor tomat
menandakan perlunya inovasi dalam peningkatan kualitas dan produktivitas
tanaman. Salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas
tanaman tomat adalah dengan pemanfaatan daun Stevia rebaudiana sebagai nutrisi
organik cair tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses ekstraksi
daun stevia sebagai nutrisi organik cair, membandingkan efektivitasnya terhadap
pertumbuhan dan kualitas buah tomat, serta menganalisis kelayakan usahataninya.
Penelitian dilaksanakan di Dusun Pager Jurang, Kecamatan Cangkringan,
Kabupaten Sleman, DIY, selama tiga bulan (April–Juli 2025). Ekstraksi daun stevia
dilakukan dengan metode maserasi suhu 40–70°C selama dua jam menggunakan
perbandingan 1:10 (bahan kering:air). Rancangan penelitian terdiri dari lima
perlakuan, yaitu P0 (kontrol tanpa perlakuan), P1 (pupuk kalium 2 g/L), P2 (ekstrak
stevia 2 mL/L), P3 (ekstrak stevia 5 mL/L), dan P4 (ekstrak stevia 10 mL/L).
Aplikasi dilakukan seminggu sekali melalui penyemprotan daun sejak umur 20
HST hingga panen, dengan pengamatan pada pertumbuhan vegetatif, produktivitas,
dan analisis ekonomi. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak stevia dapat
meningkatkan kualitas buah dan pertumbuhan tanaman tomat dibanding kontrol.
Perlakuan P3 (5 mL/L) menghasilkan pertumbuhan vegetatif optimal dan
kandungan padatan terlarut (°Brix) yang tinggi, sedangkan P4 (10 mL/L)
meningkatkan kemanisan dan warna buah lebih cerah. Analisis kelayakan
menunjukkan seluruh perlakuan layak dijalankan (R/C > 1; B/C > 0), dengan
keuntungan rata-rata Rp1.125.000,- dan potensi peningkatan hingga Rp1.237.500,-
pada perlakuan stevia dosis tinggi. Dengan demikian, ekstrak daun stevia terbukti
efektif dan ekonomis sebagai nutrisi organik tambahan yang dapat meningkatkan
mutu dan nilai jual buah tomat, dengan dosis optimum 5 mL/L.