Latar Belakang
Kondisi sepsis
memicu reactive oxygen species dan respons proinflamasi yang
bermanifestasi terhadap disfungsi organ, termasuk gangguan hepatoprotektif.
Disfungsi hepar dapat dilihat melalui parameter pemeriksaan SGPT, Bilirubin,
IL-1, dan SOD. Administrasi injeksi eksosom lisat platelet diharapkan dapat
menurunkan kadar SGPT, Bilirubin, dan IL-1 serta meningkatkan kadar SOD pada
tikus model paru sebagai penanda perbiakn disfungsi hepar.
Tujuan
Mengetahui pengaruh
pemberian eksosom lisat platelet terhadap kadar SGPT, Bilirubin, IL-1, dan SOD sebagai
penanda terjadinya disfungsi organ hepar pada tikus model sepsis
Metode
Penelitian eksperimental laboratoris post-test
only group pada tikus jantan yang diinduksi sepsis melalui LPS dosis
10 mg/kgBB selama 8 hari. Total 36 tikus jantan dibagi menjadi 6 kelompok,
yaitu kelompok kontrol negatif (KN) adalah kelompok tanpa perlakuan, kelompok
kontrol positif (KP) adalah tikus sepsis, kelompok perlakuan pertama (P1) adalah
tikus sepsis dengan terapi standar antibiotik, kelompok perlakuan kedua (P2) adalah
tikus sepsis dengan eksosom lisat platelet 10 ul, kelompok perlakuan ketiga (P3)
adalah tikus sepsis dengan eksosom lisat platelet 20 ul, dan kelompok perlakuan
keempat (P4) adalah tikus sepsis dengan eksosom lisat platelet 10 ul dan terapi
standar antibiotik. Pemeriksaan kadar SGPT, Bilirubin, IL-1, dan SOD menggunakan
metode ELISA. Analisis statistik dianggap bermakna jika nilai p<0.05.
Hasil Penelitian
Pada P1, P2, P3,
dan P4 ditemui hasil efektif dalam menurunkan kadar SGPT, Bilirubin, dan IL-1,
serta meningkatkan kadar SOD pada tikus model sepsis (p<0,05). Kelompok
terapi yang paling baik adalah P4 (eksosom lisat platelet dosis 10 ul
+antibiotik standar) pada menurunan kadar SGPT, Bilirubin, dan IL-1 meningkatkan
SOD.
Kesimpulan
Terapi eksosom
lisat platelet dosis 10 ul ditambah dengan terapi antibiotik standar efektif
dalam menurunkan SGPT, Bilirubin, dan IL-1 serta meningkatkan kadar SOD pada
tikus model sepsis