Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola
konsumsi serta makna simbolik dalam gaya hidup fashion skena yang dipraktikkan
oleh generasi Zilenial di coffee shop wilayah Surakarta, dengan
menggunakan kerangka teori gaya hidup David Chaney. Teori ini digunakan untuk
menganalisis gaya hidup, pola konsumsi, dan simbol budaya dimanifestasikan
melalui pilihan busana serta aktivitas sosial di ruang coffee shop.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi
fenomenologi yang berfokus pada pengalaman subjektif individu dalam memaknai fashion
sebagai bentuk representasi diri. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive
sampling, dengan kriteria generasi Zilenial yang secara aktif mengunjungi coffee
shop dan mengidentifikasi diri sebagai pengikut fashion skena.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam.
Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data dalam
bentuk narasi, serta penarikan simpulan dengan menginterpretasikan pola, tema,
dan relasi antarelemen yang muncul dari data. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa fashion skena berfungsi sebagai simbol identitas kolektif yang
merepresentasikan nilai, kebebasan berekspresi. Coffee shop tidak hanya
berperan sebagai ruang konsumsi, tetapi juga sebagai arena konstruksi identitas..
Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pola konsumsi fashion skena di
kalangan generasi Zilenial melampaui sekadar praktik berpakaian, melainkan
merupakan praktik sosial yang sarat dengan makna simbolik budaya dan pola
konsumsi dalam membangun citra diri di ruang publik.