Penulis Utama : Bernadia Wikasanti Handoko
NIM / NIP : D0322025

Bernadia Wikasanti Handoko. D0322025. 2026. Coffee Shop Sebagai Ruang Praktik Sosial Dan Pembentukan Identitas Urban Di Kota Surakarta: Perspektif Triad Spasial Lefebvre. Dosen Pembimbing: Dr. Akhmad Ramdhon, S.Sos., M.A. Skripsi. Program Studi Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Sebelas Maret Surakarta.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan coffee shop di Kota Surakarta sebagai ruang praktik sosial dan pembentukan identitas urban di tengah keterbatasan ruang publik tradisional. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan paradigma definisi sosial, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik, pengelola, serta pengguna coffee shop. Analisis penelitian menggunakan teori Produksi Ruang (The Production of Space) melalui konsep Triad Spasial dari Henri Lefebvre. Hasil penelitian menunjukkan kota sebagai ruang hidup mengalami dinamika, salah satunya dinamika budaya yang melahirkan budaya menikmati kopi melalui hik. Kemudian budaya ini mengalami perkembangan melalui fase perintisan pada tahun 2008 dan 2017 yang diinisiasi oleh Cekopi Combi dan Blackbird Coffee. Fase tersebut menjadi dasar munculnya gelombang perkembangan coffee shop ditandai dengan gelombang awal perkembanhan pada tahun 2018-2019. pertumbuhan coffee shop semakin masif pada gelombang baru (2021-2025) yang didorong oleh empat faktor, antara lain; pandemi, proyek pembangunan infrastruktur kota, defisit fasilitas ruang publik, dan fenomena anak muda dan media sosial. Selain itu, ditemukan empat pola informan coffee shop, antara lain pengguna coffee shop dengan latar belakang SMA, mahasiswa lokal, mahasiswa perantauan, serta pekerja. Dalam perspektif Lefebvre, conceived space (ruang yang dikonsep) direpresentasikan melalui desain dan regulasi yang membentuk gaya hidup spesifik seperti produktif (WFC), komunal, mindful living, dan edukatif. Melalui spatial practice (praktik spasial), pengguna mereproduksi ruang komersial ini menjadi ruang kerja informal, tempat berkumpul, dan wadah komunitas. Pada dimensi lived space (ruang yang dihayati), coffee shop dimaknai secara simbolik sebagai panggung validasi identitas, personal branding, dan representasi diri di era digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa coffee shop telah bertransformasi menjadi ruang publik alternatif yang dikomodifikasi, sekaligus memicu kontestasi ruang, seperti alih fungsi trotoar yang mencerminkan ketegangan antara hak atas kota dan logika kapitalisme.

×
Penulis Utama : Bernadia Wikasanti Handoko
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D0322025
Tahun : 2026
Judul : Coffee Shop sebagai Ruang Praktik Sosial dan Pembentukan Identitas Urban di Kota Surakarta: Perspektif Triad Spasial Lefebvre
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. ISIP - 2026
Program Studi : S-1 Sosiologi
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Coffee Shop Surakarta, Gaya Hidup, Ruang Sosial, Produksi Ruang
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Akhmad Ramdhon, S.Sos., M.A.
Penguji : 1. Dr. Trisni Utami, M.Si.
2. Yustia Atsanatrilova Adi, S.Sos., M.A.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.