Penelitian dilakukan berdasarkan hasil observasi di TK Charis, yaitu 2 dari 12 anak mengalami masalah keseimbangan antara lain: anak belum mampu menjaga keseimbangan saat berdiri dengan 1 kaki, anak belum mampu melompat dengan 1 kaki ditempat, dan anak belum mampu melompat kedepan dengan satu kaki. Penelitian ini menggunakan permainan engklek sebagai cara yang dipilih untuk mengatasi masalah terkait kemampuan keseimbangan anak. Kebutuhan dasar anak adalah bermain, oleh karena itu permainan engklek merupakan cara yang tepat digunakan untuk meningkatkan kemampuan keseimbangan anak. Penelitian ini dilaksanakan di TK CharisPlayschool Surakarta pada tahun ajaran 2025/2026 dengan subjek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun. Jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model spiral yang dikembangkan oleh Kurt & Lewin yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data kuantitatif menggunakan tes unjuk kerja, sedangkan data kualitatif menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan analisis komparatif untuk data kuantitatif dan analisis interaktif untuk data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan keseimbangan untuk enam indikator yaitu: mampu berdiri dengan satu kaki 5-10 hitungan 90,20%, mampu berjalan diatas garis lurus pada permukaan sempit 95,30%, mampu meraih benda di depan tanpa melangkah 83,30%, mampu melompat dengan satu kaki 80,00%, mampu naik turun tangga dengan bergantian kaki tanpa bantuan 90,50%, dan mampu berlari dengan lebih stabil dan tidak mudah jatuh 90,50%. Kesimpulan: penerapan permainan engklek meningkatkan kemampuan keseimbangan anak usia 4-5 tahun.