Perkembangan motorik halus berperan penting dalam menunjang kesiapan belajar anak usia 3–4 tahun, khususnya dalam keterampilan menulis, menggambar, dan menggunting. Pada tahap ini, anak memerlukan stimulasi melalui kegiatan bermain yang aktif dan bersifat sensorimotor. Namun, pembelajaran di PAUD masih sering didominasi oleh lembar kerja, sehingga kesempatan anak untuk mengembangkan keterampilan manipulatif menjadi terbatas. Oleh karena itu, diperlukan media bermain yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak untuk meningkatkan kemampuan motorik halus secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 3–4 tahun melalui kegiatan bermain kinetic sand . Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kurt Lewin yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari empat pertemuan. Subjek penelitian adalah 13 anak terdiri dari 6 anak perempuan dan 7 anak laki-laki dengan usia 3–4 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan tes unjuk kerja, kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman dan kuantitatif menggunakanan persentase ketuntasan. Uji validitas data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada ketiga indikator motorik halus yaitu menggunting kertas pola garis sederhana meningkat dari 38,4% menjadi 92,3%, melipat kertas satu atau dua lipatan meningkat dari 46,1% menjadi 92,3%, dan memegang pensil diameter lebar meningkat dari 30,7% menjadi 84,6%. Ketuntasan klasikal meningkat dari 30,7% pada saat pratindakan menjadi 84,6% pada saat siklus II, melebihi kriteria keberhasilan 75%. Disimpulkan bahwa bermain kinetic sand efektif meningkatkan motorik halus anak usia dini.