Kemampuan motorik halus merupakan salah satu aspek perkembangan fisik motorik anak yang berkaitan dengan penggunaan otot-otot kecil, terutama pada jari tangan dan pergelangan tangan, yang membutuhkan koordinasi antara mata dan tangan secara tepat. Pada anak usia 4–5 tahun, kemampuan motorik halus berkembang semakin baik seiring dengan pertumbuhan dan kematangan saraf serta otot anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus melalui media magic sand pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) Kemmis & Mc Tanggart dengan menggunakan pendekatan gabungan kuantitatif dan kulitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tiga pertemuan setiap siklunya. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan meningkatkan motorik halus anak usia 4-5 tahun melalui media magic sand. Permasalahan utama adalah rendahnya kemampuan motorik halus 23 anak Kelompok A, yang ditandai dengan kesulitan memegang pensil, merobek, menggunting, dan koordinasi mata-tangan akibat kurangnya variasi media pembelajaran. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan metode analisis model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan magic sand efektif melatih otot halus jari tangan dan koordinasi mata-tangan melalui kegiatan manipulatif seperti meremas, mencetak, dan membentuk. Peningkatan kemampuan anak terlihat signifikan dari kondisi pratindaka hingga mencapai ketuntasan optimal pada siklus II. Disimpulkan bahwa media Magic Sand efektif mengoptimalkan perkembangan motorik halus anak usia dini secara menyenangkan.