Masalah yang dibahas dalam penelitian ini yaitu, bentuk
istilah apa saja serta bagaimana makna leksikal, gramatikal, kultural dalam
pembuatan kain tenun lurik yang berkaitan dengan (1) alat (2) bahan (3) proses
(4) hasil di Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten? Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk istilah serta makna leksikal,
gramatikal, kultural dalam pembuatan kain tenun lurik yang berkaitan dengan (1)
alat (2) bahan (3) proses (4) hasil di Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas,
Kabupaten Klaten. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan
kajian etnolinguistik bersifat deskriptif kualitatif interpretatif. Data pada
penelitian ini berupa istilah-istilah dalam pembuatan kain tenun lurik di Desa
Tlingsing Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten. Sumber data penelitian berasal dari
tuturan dari pengusaha atau pengrajin tenun lurik. Pengumpulan data dilakukan
dengan metode simak dan metode cakap. Analisis data pada penelitian ini
menggunakan metode agih dan metode padan. Metode penyajian hasil analisis data
menggunakan metode formal dan informal. Berdasarkan hasil analisis data,
istilah-istilah dalam pembuatan kain tenun lurik di Desa Tlingsing Kecamatan
Cawas Kabupaten Klaten terdapat istilah berbentuk monomorfemis, polimorfemis,
dan frasa yang diklasifikasikan berdasarkan alat, bahan, proses, dan hasil
pembuatan kain tenun lurik. Istilah alat meliputi dandang, tungku, stok,
ongkek, genter, klethek, ingan, kleting, erek, rak, sisir, buleng, bom, jagrak,
gun, tropong, peker, tustel, dan cucukan; Istilah bahan meliputi bolah, wenter,
bolah lungsi, dan bolah pakan; istilah proses meliputi malet, menter, ngeklos,
nyekir, nyucuk, dipepe, ditenun, nyambung bolah; dan istilah hasil yang
ditunjukkan melalui motif dan warna meliputi lurik, kluwung, telu pat, udan
liris, ireng, coklat, putih, abang, kuning. Makna leksikal terdapat pada
istilah berbentuk monomorfemis yang ditemukan pada alat, bahan, dan hasil dalam
pembuatan kain tenun lurik, sedangkan makna gramatikal yaitu makna yang telah
mengalami proses morfologis terdapat pada istilah berbentuk polimorfemis dan
frasa yang ditemukan pada alat, bahan, proses, dan hasil dalam pembuatan kain
tenun lurik. Makna kultural dalam kain tenun lurik berkaitan dengan nilai
kearifan lokal, warisan leluhur, komoditas lokal, perekonomian masyarakat,
pelestarian budaya Jawa dan penggunaan lurik dalam tradisi Jawa seperti mitoni,
labuhan, dan lain sebagainya.