Penulis Utama : Hamzah Hanafi
NIM / NIP : B0120027

Masalah yang dibahas dalam penelitian ini yaitu, bentuk istilah apa saja serta bagaimana makna leksikal, gramatikal, kultural dalam pembuatan kain tenun lurik yang berkaitan dengan (1) alat (2) bahan (3) proses (4) hasil di Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk istilah serta makna leksikal, gramatikal, kultural dalam pembuatan kain tenun lurik yang berkaitan dengan (1) alat (2) bahan (3) proses (4) hasil di Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan kajian etnolinguistik bersifat deskriptif kualitatif interpretatif. Data pada penelitian ini berupa istilah-istilah dalam pembuatan kain tenun lurik di Desa Tlingsing Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten. Sumber data penelitian berasal dari tuturan dari pengusaha atau pengrajin tenun lurik. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan metode cakap. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode agih dan metode padan. Metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal. Berdasarkan hasil analisis data, istilah-istilah dalam pembuatan kain tenun lurik di Desa Tlingsing Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten terdapat istilah berbentuk monomorfemis, polimorfemis, dan frasa yang diklasifikasikan berdasarkan alat, bahan, proses, dan hasil pembuatan kain tenun lurik. Istilah alat meliputi dandang, tungku, stok, ongkek, genter, klethek, ingan, kleting, erek, rak, sisir, buleng, bom, jagrak, gun, tropong, peker, tustel, dan cucukan; Istilah bahan meliputi bolah, wenter, bolah lungsi, dan bolah pakan; istilah proses meliputi malet, menter, ngeklos, nyekir, nyucuk, dipepe, ditenun, nyambung bolah; dan istilah hasil yang ditunjukkan melalui motif dan warna meliputi lurik, kluwung, telu pat, udan liris, ireng, coklat, putih, abang, kuning. Makna leksikal terdapat pada istilah berbentuk monomorfemis yang ditemukan pada alat, bahan, dan hasil dalam pembuatan kain tenun lurik, sedangkan makna gramatikal yaitu makna yang telah mengalami proses morfologis terdapat pada istilah berbentuk polimorfemis dan frasa yang ditemukan pada alat, bahan, proses, dan hasil dalam pembuatan kain tenun lurik. Makna kultural dalam kain tenun lurik berkaitan dengan nilai kearifan lokal, warisan leluhur, komoditas lokal, perekonomian masyarakat, pelestarian budaya Jawa dan penggunaan lurik dalam tradisi Jawa seperti mitoni, labuhan, dan lain sebagainya. 

×
Penulis Utama : Hamzah Hanafi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : B0120027
Tahun : 2026
Judul : Istilah-Istilah dalam Pembuatan Kain Tenun Lurik di Desa Tlingsing Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten (Suatu Kajian Etnolinguistik)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ilmu Budaya - 2026
Program Studi : S-1 Sastra Jawa
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : istilah, lurik, Tlingsing, Klaten, etnolinguistik.
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Sumarlam, M.S.
Penguji : 1. Prof. Dr. Sumarlam, M.S.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ilmu Budaya
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.