Nurahma
Amaliza. K5421058. Pembimbing I: Dr. Singgih Prihadi, S.Pd., M.Pd. PENGARUH
MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA ASSEMBRL EDU
TERHADAP CRITICAL SPATIAL THINKING PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 7
SURAKARTA TAHUN AJARAN 2025/2026 (SUB BAB KONSEP ESENSIAL GEOGRAFI, PRINSIP DAN
PENDEKATAN GEOGRAFI). Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sebelas Maret Surakarta, November 2025. Penelitian ini
bertujuan untuk untuk menganalisis pengaruh dari problem based learning
dengan media assembrl edu terhadap critical spasial thinking peserta
didik kelas X SMA Negeri 7 Surakarta Tahun Ajaran 2025/2026 (sub bab konsep
esensial geografi, prinsip dan pendekatan geografi). Penelitian ini menerapkan
metode quasi eksperimen dengan teknik cluster random sampling, sehingga
kelas X-E ditetapkan sebagai kelas ekperimen dan X-F sebagai kelas kontrol.
Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran problem
based learning dengan media assembrl edu serta model ekpositori
dapat meningkatkan ketrampilan critical spatial thinking peserta didik. Hasil
analisis data penelitian, skor posttest pada kelas ekperiman lebih tinggi daripada
kelas kontrol dengan rerata nilai 85,28 untuk kelas ekperimen dan 81,11 untuk
kelas kontrol. Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan uji statistik ANCOVA
(analisis kovarian) diperoleh hasil 0,123 > 0,05. Dengan demikian, hasil penelitian
hipotesis menunjukan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak dan disimpulkan bahwa
penerapan model pembelajaran problem based learning dengan media assembrl
edu tidak terdapat pengaruh terhadap critical spatial thinking
peserta didik kelas X SMA Negeri 7 Surakarta. Meskipun model pembelajaran problem
based learning dengan media assembrl edu dan model ekpositori ini
mampu memberikan pengaruh dengan adanya peningkatan nilai, perbedaan selisih
rata-rata posttest kedua kelas sangat kecil. Hal ini menginsyaratkan perbedaan efektivitas
pembelajaran kedua model pembelajaran tidak ada perbedaan secara signifikan
secara kuantitatif, serta terdapat berbagai faktor lain yang mempengaruhi proses
pembelajaran peserta didik.