Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak, persepsi peternak terhadap peran penyuluh dan hubungan antara karakteristik peternak dengan persepsi tingkat kepentingan peran penyuluh dalam upaya difusi inovasi SIPT (Sistem Integrasi Padi-Ternak). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai Maret 2022. Responden penelitian adalah peternak sapi potong di Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Penentuan lokasi dan sampel penelitian dengan cara teknik purposive sampling. Jumlah responden sebagai sampel penelitian sebanyak 31 orang peternak sapi potong dipilih melalui metode accidental sampling dan data diperoleh dengan metode survei. Analisis data menggunakan Rank Spearman. Hasil observasi menunjukkan bahwa mayoritas peternak sapi potong di Desa Dlingo merupakan usaha peternakan rakyat dengan jumlah kepemilikan ternak 1-4 ekor (rata-rata 2,84±1,16 ekor). Persepsi peternak terhadap tingkat kepentingan peran penyuluh sebagai edukator, motivator, organisator dan fasilitator dinilai sangat penting. dengan nilai rata-rata pada setiap peran yaitu 22,35; 21,15; 22,48; dan 22,00. Hasil analisis menunjukkan jumlah kepemilikan ternak menjadi satu-satunya karakteristik peternak yang memiliki hubungan yang nyata (P<0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,381 terhadap persepsi peternak. Karakteristik peternak seperti jenis kelamin, umur, pendidikan, jenis pekerjaan utama, status pekerjaan utama, pengalaman bertani, luas lahan, pengalaman beternak dan curahan waktu beternak tidak secara nyata memiliki hubungan dengan persepsi peternak terhadap tingkat kepentingan peran penyuluh. Kesimpulan penelitian ini adalah peternak menganggap peran penyuluh sebagai edukator, motivator, organisator dan fasilitator dinilai sangat penting untuk mensukseskan upaya difusi inovasi SIPT. Peternak dengan kepemilikan ternak yang lebih banyak cenderung akan lebih menuntut penyuluh untuk dapat memenuhi peran-perannya.