Latar Belakang : Kelelahan kerja terjadi karena melemahnya tenaga pekerja saat bekerja atau melakukan kegiatan lain. Hal tersebut mengakibatkan seringnya melakukan kesalahan sampai mengalami kefatalan dalam bekerja yaitu kejadian kecelakaan kerja. Beban kerja yang terlalu berlebihan akan mengakibatkan dampak yang tidak baik, yaitu akan menimbulkan kelelahan baik secara fisik maupun mental dan reaksireaksi emosional seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, dan mudah marah. Pekerja yang melakukan pekerjaan di lingkungan dengan kondisi yang bertekanan panas tinggi bisa menyebabkan gangguan tenaga kerja saat bekerja ditandai dengan kepala pusing, mengeluarkan keringat dan lelah dengan cepat. Oleh sebab itu peneliti melakukan penelitian Hubungan Beban Kerja dan Tekanan Panas terhadap Kelelahan Kerja pada pekerja shift pagi di PT X Grobogan. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 83 orang dengan sampel 73 pekerja. Pengambilan data melalui perhitungan beban kerja, tekanan panas menggunakan alat Heat Stress Area Monitor, kelelahan kerja menggunakan alat Reaction Timer. Teknik analisis data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil : Hasil uji rank spearman menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja (p = 0.000), (r=0.589). Terdapat hubungan signifikan antara tekanan panas dengan kelelahan kerja (p = 0.000), (r=0.543). Simpulan : Terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dan tekanan panas terhadap kelelahan kerja pada pekerja shift pagi PT X Grobogan. Kata Kunci : Beban Kerja, Tekanan Panas, Kelelahan Kerja.