| Penulis Utama | : | Abdul Wachid Bambang Suharto |
| NIM / NIP | : | T841108001 |
Sebagai fakta semiotik di dalam hermeneutik dan fakta kemanusiaan, puisi-puisi A. Mustofa Bisri tidak hanya dibangun oleh hubungan antara tanda (dalam hal ini simbol) dan makna penafsiran, melainkan juga oleh hubungan antartindakan. Sebagai sastra profetik, aspek-aspek profetik puisi-puisi A. Mustofa Bisri itu berfungsi sebagai “teks” yang memicu munculnya serangkaian tindakan, mulai dari tindakan penyair menulis puisi-puisinya, sampai dengan pembaca memanfaatkannya. Penelitian tentang tindakan pragmatik sastra dipandang penting sebab melaluinya dapat dilihat bagaimana puisi-puisi A. Mustofa Bisri menunjukkan fungsinya dalam komunikasi manusia. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan lima aspek tindakan pragmatik sastra, meliputi: teks dan konteks dimensi profetik yang diekspresikan melalui intensi penyair, representasi teks dimensi profetik, ekspresi struktur teks sastra profetik; kontekstualisasi dimensi profetik kepada kesadaran sebagai referensi gagasan nilai-nilai tematis profetik, dan kontekstualisasi dimensi profetik sebagai media proyeksi pragmatis bagi pembaca. Dalam penelitian ini digunakan teori hermeneutika dan pragmatik sastra. Analisis aspek-aspek dimensi profetik dalam puisi-puisi A. Mustofa Bisri dilakukan dengan landasan teori hermeneutika interpretasi. Selanjutnya, hasil penelitian dimensi profetik yang berupa deskripsi profetisitas itu masuk dan menjadi bagian analisis tindakan pragmatis berlandasankan teori pragmatik sastra. Data dikumpulkan dengan teknik simak, wawancara, dan studi dokumen. Keabsahan data diuji melalui triangulasi (data, teori, dan metode). Data tentang profetisitas dianalisis dengan metode hermeneutika interpretasi, sedangkan data tentang tindakan pragmatik sastra dianalisis dengan metode analisis isi dan fungsi pesan. Penelitian ini menghasilkan temuan berikut. Pertama, intensi A. Mustofa Bisri menunjukkan: (1) dalam teks puisinya, aksentuasi kultural tergambar dengan padat disebabkan pengaruh kuat banyak ulama besar Nusantara, (2) mengemukakan pandangan mukjizat paling tinggi dari al-Qur’an adalah unsur sastranya, (3) sikap tawadhuk kepada visi literasi ulama klasik, sufi-penyair, dan keluarganya sendiri, (4) menulis puisi untuk meneguhkan prinsip kekhalifahan dan melanjutkan risalah Nabi Muhammad SAW agar menjadi manusia yang bermanfaat. Kedua, representasi puisi-puisi A.Mustofa Bisri menguraikan aspekaspek profetik, yaitu transendensi, humansasi, liberasi. Pada domain transendensi, al-Qur’an digunakan sebagai pondasi pemikiran dan wacana untuk memperoleh intuisi dan pemahaman (makrifat) terhadap realitas (empirik, metafisik). A. Mustofa Bisri membangun karakteristik humanisasi dengan dua jalan, (1) jalan ke dalam dilakukan melalui upaya pembelajaran, pengajaran, tata nilai, dan komunikasi di pesantren asuhannya, sedangkan jalan ke luar, dia wujudkan dalam bentuk strategi politik dan kebudayaan (karya sastra). Bagi A. Mustofa Bisri, manusia harus memiliki sikap dan jiwa liberasi (kemerdekaan) sehingga mampu merespons determinasi kebudayaan, ilmu dan perkembangan teknologi yang semakin cepat. Ekspresi “puisi balsem” A. Mustofa Bisri menjadi upaya estetiknya untuk menyampaikan fenomena atau persoalan sosial secara jujur dan tegas, memosisikan masyarakat sebagai subjek kolektif, artinya masyarakat pun diajak untuk menggali makna, baik secara privatif, maupun kolektif. Ketiga, kontekstualisasi dimensi profetik berupa referensi gagasan nilai tematis yang diidentifikasi dari perpuisian A. Mustofa Bisri, yaitu (1) kesadaran ketuhanan: meng-Allahkan Allah, (2) kesadaran kemanusiaan: memanusiakan manusia, dan (3) kesadaran kealaman: mengalamkan alam. Keempat, kontekstualisasi dimensi profetik puisi A. Mustofa Bisri sebagai media proyeksi pragmatis bagi pembaca, meliputi: (1) Nilai-Nilai Keindahan Islam dan Ke-Indonesia-an dalam puisi A. Mustofa Bisri ditampilkan bahwa antara Islam dan ke-Indonesia-an memiliki korelasi, baik secara ideologis sampai dengan rumusan konstitusi. (2) Kesalehan Ritual dan Kesalehan Sosial. Dalam konteks pendidikan profetik, A. Mustofa Bisri membangun wacana, manusia tidak boleh hanya mambatasi pengabdian dan penghambaannya dalam ritus-ritus khusus. Oleh karena itu, ritus peribadatan manusia haruslah memiliki dampak kepada transformasi sosial sehingga menyandang predikat manusia mukmin. (3) Model pendidikan profetik berdasarkan hasil interpretasi puisi-puisi A. Mustofa Bisri menitikberatkan kepada revitalisasi akal-pikiran manusia dan pendidikan keteladanan. Hasil penelitian ini, dapat memberikan implikasi bagi dunia pendidikan bahwa pendidikan harus dilaksanakan dengan “berkiblat” kepada teladan Nabi Muhammad SAW dan kebenaran al-Qur’an. Keywords: puisi-puisi A. Mustofa Bisri, dimensi profetik, teks, konteks, kontekstualisasi, intensi, representasi, ekspresi, referensi, proyeksi.
| Penulis Utama | : | Abdul Wachid Bambang Suharto |
| Penulis Tambahan | : | - |
| NIM / NIP | : | T841108001 |
| Tahun | : | 2018 |
| Judul | : | Dimensi Profetik Puisi A. Mustofa Bisri Kajian Hermeneutika dan Pragmatik Sastra |
| Edisi | : | |
| Imprint | : | Surakarta - Fak. KIP - 2018 |
| Program Studi | : | S-3 Pendidikan Bahasa Indonesia |
| Kolasi | : | |
| Sumber | : | UNS-Fak. KIP-T841108001 |
| Kata Kunci | : | puisi-puisi A. Mustofa Bisri, dimensi profetik, teks, konteks, kontekstualisasi, intensi, representasi, ekspresi, referensi, proyeksi. |
| Jenis Dokumen | : | Disertasi lama (sebelum 2022) |
| ISSN | : | |
| ISBN | : | |
| Link DOI / Jurnal | : | - |
| Status | : | Public |
| Pembimbing | : |
1. Prof. Dr. Herman J. Waluyo, M.Pd. 2. Prof. Dr. Rachmat Djoko Pradopo 3. Prof. Dr. Suyitno, M.Pd. |
| Penguji | : |
1. Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd. 2. Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd. 3. Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. |
| Catatan Umum | : | |
| Fakultas | : | Fak. KIP |
| Halaman Awal | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
|---|---|---|
| Halaman Cover | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB I | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB II | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB III | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB IV | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB V | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB Tambahan | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| Daftar Pustaka | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| Lampiran | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |