Latar Belakang : Pembangunan industri tekstil baru di daerah Kabupaten Sukoharjo terus meningkat dari tahun ke tahun, peningkatan tersebut dituntut untuk meningkatkan produktivitas kerja. Tingginya tuntutan produktivitas kerja tidak diimbangi dengan penyediaan asupan gizi kerja, menurut penelitian sebelumnya pemberian asupan gizi berupa makanan tambahan berpengaruh terhadap produktivitas kerja yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan berupa Pisang Raja Uli dan Madu Bermerk terhadap produktivitas kerja. Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimen atau percobaan, dengan desain Pre-Experimental Design rancangan One-Group Pretest-Posttest Design. Responden diambil dari pekerja bagian sewing CV. Maju Abadi Garment Sukoharjo sejumlah 50 responden dari total 122 pekerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan alat tulis untuk mencatat produktivitas kerja yang dihasilkan responden setiap satu jam bekerja sebelum dan setelah pemberian Pisang Raja Uli dan Madu Bermerk. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Pengaruh Wilcoxon. Hasil : Hasil penelitian rerata produktivitas kerja 50 responden sebelum pemberian Pisang Raja Uli dan Madu Bermerk 40.65 jahitan per jam, setelah pemberian 67.3 jahitan per jam, dengan persentase rerata peningkatan sebanyak 24.7%. Hasil Uji Pengaruh Wilcoxon menunjukkan nilai signifikan (p-value) 0.000 yang berarti terdapat pengaruh. Simpulan : Ada pengaruh pemberian Pisang Raja Uli dan Madu Bermerk terhadap produktivitas kerja pada pekerja bagian sewing CV. Maju Abadi Garment Sukoharjo dengan hasil p < 0.05. Kata Kunci : Pisang Raja Uli, Madu Bermerk, Produktivitas Kerja