Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan program yang digagas Kementrian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kota Surakarta sendiri menjadi salah satu wilayah yang
aktif melaksanakan ProKlim, terbukti dengan 47 lokasi kampung iklim yang tersebar di
lima kecamatan. Namun, dalam keberlangsungannya masih ditemukan beberapa
permasalahan yang mempengaruhi keberlanjutan program. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis implementasi ProKlim di Kota Surakarta dengan fokus pada mekanisme pelaksanaan, strategi adaptasi dan mitigasi yang dilakukan, partisipasi masyarkaat, dan dampak ProKlim. Nantinya penelitian ini juga
bertujuan untuk menganalisis rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan sehingga dapat
mendukung keberlanjutan ProKlim di Kota Surakata. Metode penelitian yang digunakan
adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis data model Miles, Huberman, dan
Saldana dengan model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Penelitian ini
juga didukung dengan visualisasi data menggunakan perangkat lunak N-Vivo 12. Hasil
penelitian ini menunjukkan implementasi ProKlim di Kota Surakarta disosialisasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta dan cenderung didominasi
oleh kegiatan adaptasi dan mitigasi yang bersifat teknis, seperti pengelolaan lingkungan
dan pengelolaan sampah, namun dalam pelaksanaannya masih terdapat perbedaan
intensitas kegiatan dan keberlanjutan antarwilayah. Partisipasi
masyarakat Kota Surakarta pada ProKlim juga cenderung tinggi pada tahap pelaksanaan kegiatan
dan pemanfaatan hasil, tetapi masih terbatas pada tahap pengambilan keputusan dan
evaluasi. Adapun secara umum tingkat partisipasi masyarakat Kota Surakarta pada ProKlim
berada pada level perujukan dan kerja sama, dan belum mencapai tingkat kontrol
masyarakat secara penuh, yang artinya pola partisipasi yang cenderung mengikuti arahan
tokoh lokal menunjukkan bahwa distribusi peran belum sepenuhnya merata. Berdasarkan hasil penelitian juga ditemukan bahwa ProKlim di Kota Surakarta berdampak pada aspek kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Pada akhirnya, rencana tindak lanjut direkomendasikan sebagai sarana
meningkatkan keberlanjutan ProKlim di Kota Surakarta