Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi keberhasilan
implementasi Proklim di Kelurahan Panularan serta mengidentifikasi hambatan,
tantangan, dan upaya dalam mengatasi hambatan dan tantangan tersebut. Jenis
penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data
menggunakan wawancara dan dokumentasi. Informan dipilih dengan menggunakan
purposive sampling dan validitas data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data
model interaktif Miles dan Huberman digunakan untuk mengkaji empat aspek yang
memengaruhi keberhasilan atau kegagalan suatu implementasi, yakni komunikasi,
sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh penyampaian informasi yang dilakukan
tidak hanya melalui sosialisasi formal, tetapi juga komunikasi persuasif, interaksi
langsung di kebun, pendampingan rutin, dan penjelasan sederhana. Dari aspek sumber
daya, program ditopang kapasitas SDM, jejaring sosial, serta kreativitas warga
mengatasi keterbatasan anggaran, serta fasilitas dikembangkan secara swadaya dan
bertahap. Pada aspek disposisi, komitmen pelaksana diwujudkan melalui
pendampingan konsisten, pemberian motivasi, dan kepemimpinan transformasional
yang menumbuhkan rasa memiliki. Dalam aspek struktur birokrasi, meskipun belum
tersedia SOP tertulis, pelaksanaan tetap terarah melalui pembagian peran jelas,
koordinasi intensif, dan pola kerja adaptif. Hambatan dalam implementasi yaitu adanya
keterbatasan pemahaman masyarakat, perbedaan tingkat kesadaran lingkungan,
penolakan dari beberapa warga, dan ketergantungan pada dana swadaya yang
berdampak pada terbatasnya pengadaan alat-alat berkebun. Tantangan implementasi
berupa kondisi iklim dan cuaca yang tidak menentu yang berpengaruh terhadap hewan
ternak dan kualitas tanaman. Edukasi berkelanjutan, gotong royong, pemanfaatan
jejaring, inovasi kegiatan kebun, dan penggunaan fasilitas sederhana merupakan upaya
yang dilakukan dalam menjaga keberlanjutan dan efektivitas program secara
berkesinambungan bagi masyarakat setempat serta memperkuat partisipasi warga
dalam pelaksanaan kegiatan.